30 Anak Muallaf Terima Beasiswa Penuh BMA

30 Anak Muallaf Terima Beasiswa Penuh BMA

Banda Aceh – Baitul Mal Aceh (BMA) kembali memberikan beasiswa penuh tingkat SLTP dan SLTA kepada 30 anak muallaf dari keluarga miskin untuk 2015. Beasiswa ini akan menanggung semua kebutuhan siswa sampai tamat sekolah di pesantren.

Kepala Baitul Mal Aceh mengatakan beasiswa ini diberikan kepada anak muallaf yang berasal dari daerah rawan aqidah seperti Simeulue, Singkil, Aceh Tenggara, Subulussalam, dan Aceh Tamiang. Ke-30 siswa tersebut telah dinyatakan lulus tim verifikasi.

“Dari singkil sebanyak 13 orang, Aceh Tenggara 7 orang, Simeulue5 orang, Aceh Tamiang 3 orang dan Subulussalam 2 orang. Semua mereka sudah tiba di Banda Aceh akan langsung masuk ke sekolah/pesantren,” sebut Armiadi, Kamis (06/08) usai memberi pengarahan kepada anak muallaf di aula BMA.

Sedangkan untuk tahun-tahun sebelumnya,Baitul Mal Aceh juga telah menyekolahkan 46 anak muallaf, dengan rincinan 2014 sebanyak 21 orang, 2013  20 orang dan 2012 sebanyak  5 orang. Jadi jumlah anak muallaf yang sudah mendapat beasiswa penuh ini sebanyak 76 orang.

Ia menjelaskan, tujuan dari bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para keluarga muallaf dalam meringankan beban ekonomi. Dan juga bentuk pemberdayaan muallaf di sektor pendidikan yang berasa dari keluarga miskin.

Dengan adanya bantuan ini, maka mereka yang disekolahkan akan menjadi generasi yang mampu membentengi aqidah saudara-saudara mereka yang baru masuk Islam. Danmereka juga nantinya mendapat jaminan masa depan karena sudah memiliki skill.

“Kita berharap mereka menjadi pembela agama dan kader-kader da’i di daerah mereka tinggal setelah dewasa nanti,” ungkap Armiadi.

Armiadi menyebutkan, untuk tahun ini khusus senif muallaf, Baitul Mal Aceh menggelontorkan anggaran sebesar 1,4 milyar. Jumlah sebesar ini sudah termasuk untuk program pembinaan dan pemberdayaan muallaf.

Ia menambahkan, adapun program-program yang berhubungan dengan muallaf di Baitul Mal Aceh antara lain; pertama, Beasiswa Penuh Muallaf Tinggkat SLTP dan SLTA. Beasiswa ini sudah termasuk biaya masuk, biaya bulanan dan biaya pembelian buku bacaan.

Kedua, Beasiswa Penuh Anak Muallaf Tingkat SLTP yang Berada di Daerah Rawan Aqidah. Beasiswa ini ditanggung penuh semua kebutuhan siswa semenjak penjemputan, biaya masuk, tempat tinggal, SPP, dan uang jajan selama di sekolah/pesantren.

Ketiga, Program Pendampingan Syariah Bagi Muallaf di 5 Kabupaten/Kota. Keempat Bantuan Pendidikan Berkelanjutan bagi Anak Muallaf Tingkat SD, SLTP dan SLTA Di Wilayah Banda Aceh Dan Aceh Besar.

“Tidak hanya di Baitul Mal Aceh saja ada program perberdayaan kepada muallaf, tapi di Baitul Mal kabupaten/kota juga ada program yang serupa, artinya pemerintah sangat perhatian kepada muallaf,” ujarnya.

Terakhir kata Armiadi, dalam pengamatannya tidak semua para muallaf di Aceh berstatus miskin. Bahkan ada mereka yang status ekonominya sudah baik sehingga sudah mampu membantu dan membina saudaranya yang lain.

“Kepada masyarakat kami sampaikan bahwa status muallaf yang dirumuskan BaitulMal hanya diakui selama tiga tahun, selanjutnya jika ia miskin maka akan diberlakukan sebagai masyarakat miskin,” tutupnya.[]