Ingin Selamat Dunia Akhirat, Bersedekahlah

Ingin Selamat Dunia Akhirat, Bersedekahlah

Semua kita akan bertemu dengan yang namanya kematian. Cepat atau lambat peristiwa itu akan dihadapi oleh semua anak Adam. Ketika lahir, manusia teratur, artinya duluan lahir orang tua kita, tapi ketika meninggal belum tentu mereka yang duluan menghadap Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. ” (QS. Al-Imran:185).

Nah, ketika kita sudah meninggalkan dunia ini, apa yang selama ini kita cita-citakan di dunia seketika raib. Begitu juga dengan harta-harta yang telah kita tumpuk semasa hidup, semua akan sirna disaat kita menghela nafas yang terakhir.

Syukur jika semasa hidup kita memiliki banyak amal yang shalih, banyak beribadah kepada Allah, namun bagaimana jika semasa hidup kita justru bergelimang dengan dosa. Apa yang akan kita bawa ke akhirat sana, kecuali tiga perkara yang dapat menyelamatkan kita disana yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih.

“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shalih yang mendo’akan kedua orang tuanya (HR. Muslim).

Adapun yang dimaksud dengan Sedekah jariyah, semasa hidup kita pernah menginfakkan harta di jalan Allah seperti membangun masjid, membantu orang lain serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah, sehingga amalan tersebut terus mengalir.

Kedua Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.

Ketiga anak yang shalih, karena anak shalih itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak shalih. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.

Oleh karena itu, ketika orangtua kita meninggal dunia, maka kewajiban seorang anak adalah mendoakan orangtuanya. Karena hanya ketiga saldo tersebut terus aktif di akhirat nanti. Yang masih hidup saja harus didoakan. Apalagi sudah meninggal.***

Note:
Disampaikan Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa MA saat berkunjung dan bertakziah ke rumah salah satu amil zakat yang orang tuanya meninggal dunia.