Baitul Mal Latih Remaja Putri Kemampuan Babysitter

Baitul Mal Latih Remaja Putri Kemampuan Babysitter

Banda Aceh – Baitul Mal Aceh (BMA) mengadakan pelatihan babysitter bagi remaja kurang mampu yang berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar. Pembukaan pelatihan tersebut dihadiri oleh Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat BMA, Rizky Aulia, S.PdI dan Kabid Perwalian, Putra Misbah, SHI di aulau TKIT Syeckh Abdul Rauf, Blang Oi Banda Aceh  (26/10).

Pelatihan Babysitter ini bekerja sama dengan Yayasan Cahaya Bintang Kecil. Yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 19 orang dan akan dilakukan selama sebulan penuh dari 26 Oktober sampai dengan 21 November 2015 yang dibagi dengan 2 minggu belajar dikelas (indoor) dan 2 minggu selanjutnya magang di PAUD yang telah dipilih.

Pembina Yayasan, Marya Ulfa dalam sambutannya meyampaikan terima kasih kepada Baitul Mal Aceh atas terlaksananya pelatihan ini. Diharapkan para peserta pelatihan bukan hanya menjadi pengasuh  tetapi juga menjadi guru/pengajar yang kreatif dan inovatif dalam mendidik anak-anak nantinya. Diharapkan para peserta dapat menyerap ilmu dan menambah pengalaman sehingga menjadi tenaga ahli dalam mendidik anak baik bagi anak-anak maupun bagi orang tua anak-anak lainnya.

Marya menambahkan adapun bahan ajar yang akan diajarkan antara lain psikologi perkembangan anak, kurikulum PAUD, psikologi agama, psikologi pendidikan, teknik kebersihan, manajemen waktu dan ilmu praktek lainnya yang bermanfaat untuk peserta pelatihan.

Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan BMA, Rizky Aulia, S.PdI dalam pembukaan menyampaikan Baitul Mal Aceh merupakan lembaga yang mengelola zakat, infak dan sedekah yang dinaungi pemerintah, dan Baitul Mal Aceh dalam melaksanakan kegiatannya tidak main-main. Selama ini, kegiatan yang Baitul Mal Aceh laksanakan otuputnya jelas.

“Harapan Baitul Mal Aceh sederhana, peserta yang mengikuti pelatihan menjadi mandiri, dapat pekerjaan, memiliki penghasilan dan bisa membantu ekonomi keluarganya. Tujuan akhirnya mentransformasi yang dulunya mustahik penerima zakat menjadi muzakki pemberi zakat. Jika sudah kaya, harap membayarkan zakatnya ke Baitul Mal Aceh”, jelas Rizky.

Rizky juga menambahkan, jika zakat diberikan secara konsumtif dikhawatirkan akan habis terpakai. Tapi jika diberikan ilmu/skill, dipastikan zakat yang tadinya dikeluarkan untuk biaya pelatihan akan terganti dan datang sendiri malah akan lebih banyak uang yang didapat dari ilmu/skill yang didapat tadi.

Pelatihan ini adalah tahun ketiga pelaksanaannya karena output pada tahun-tahun sebelumnya sangat baik dan dipastikan para peserta terdahulu sudah berpenghasilan. Diharapkan pada tahun ini, outputnya juga baik karena jika baik, pelatihan ini akan terus dilanjutkan sampai tahun-tahun berikutnya dengan peserta lain lagi. Pelatihan yang Baitul Mal Aceh adakan bukan hanya sekedar menghabiskan anggaran, tetapi output yang ingin Baitul Mal Aceh capai jelas. Kita meminta kepada Allah semoga pelatihan tahun ini berjalan dengan baik. (Bobby)