Berkah ZIS Produktif Baitul Mal, Pendapatan Rini Kini Meningkat

Berkah ZIS Produktif Baitul Mal, Pendapatan Rini Kini Meningkat

Banda Aceh – Volia Rini merupakan wirausaha yang terbilang sukses menjalankan usaha kue yang ia rintis bersama suami Al Faisal sejak 2011lalu.

Pemilik toko “Zahira Kue” ini mendirikan usaha kue donat hanya bermodal Rp 250.000. Usaha ini awalnya hanya usaha rumahan dengan omzet penjualan yang tidak terlalu besar dengan laba bersih sekitar 40 ribu per hari.

Pada 2012 ibu dua anak yaitu Salsabila dan Zahira, mencoba meminjam uang dari Lembaga Mikro Syariah yang diselenggarakan Baitul Mal Aceh. Tekatnya yang bulat untuk terus berusaha akhirnya membuahkan hasil.

“Pinjaman pertama mulai Rp2 juta. Setahun kemudian pinjam lagi Rp3 juta dan sekarang meminjam Rp6 juta,” tambahnya. Rini terglong mustahik yang jujur. Setiap bulannya ia tidak pernah telat menyetor angsurannya ke Baitul Mal Aceh.

Banyak perkembangan yang ia dapat setelah menjadi mustahik Baitul Mal Aceh. Berkat itu dia sekarang dapat beli mesin aduk adonan tepung sehingga bisa membuat banyak donat dan lebih cepat.

Sekarang yang dibuat bukan hanya donat, tetapi juga kue boong dan nasi gurih pagi, sehingga penghasilan yang didapat sekarang mencapai Rp700 ribu per hari.

Dengan bantuan pinjaman dari Baitul Mal Aceh, maka bisa membeli bahan-bahan kue borongan seperti tepung per sak dan lainnya, sehingga harganya lebih murah daripada kita beli kiloan.

Rini menceritakan mendapatkan informasi adanya disediakan bantuan usaha di Baitul Mal yaitu dari tetangga. Pinjaman ini tanpa bunga. “Sehingga karena memang sangat memerlukan modal, kami datang ke kantor Baitul Mal Aceh dan mendapatkan pelayanan yang memuaskan,”sebutnya.

“Terima Kasih kami ucapkan kepada Baitul Mal Aceh. Semoga semakin banyak pedagang atau siapapun yang memerlukan modal, yang datang langsung ke Baitul Mal Aceh. Dengan semakin banyaknya pedagang seperti kami, dapat mensejahterakan bukan hanya keluarga sendiri tetapi juga warga disekitar.” Tutupnya.

Program pemberian modal usaha kepada masyarakat miskin ini merupakan salah satu program unggulan Baitul Mal Aceh setiap tahunnya. Dana yang diberikan berbeda-beda jumlahnya, mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 10 juta, tergantung kebutuhan dan kedisiplinan saat mengembalikan modal usaha bergilir tersebut.

“Usaha untuk sektor pertanian seperti, petani sayur-sayuran, petani bayam, kangkung, cabai, sawi, daun sop dan lain-lain,” ujar Kepala BaituL Mal Aceh Dr Armiadi Musa MA

Sedangkan untuk sektor perdagangan, pada umumnya mereka meminjam modal usaha untuk keperluan usaha jualan kue, kios kelontong, jualan Mie Aceh, jualan nasi, ikan dan ayam, tukang kunci, tukang pangkas, jual pulsa, jual sayur mayur dan beberapa jenis usaha mikro lainnya yang bermanfaat. besaran modal yang diberikan Baitul Mal mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 10 juta.[Boby]