Pembinaan Syariah Bagi Muallaf  Salah Satu Program Prioritas BMA

Pembinaan Syariah Bagi Muallaf Salah Satu Program Prioritas BMA

Banda Aceh – Baitul Mal Aceh (BMA) terus berupaya melakukan pembinaan bagi muallaf. Oleh karena itu, kegiatan syiar ini menjadi program prioritas BMA setiap tahunnya.

Kepala BMA, DR. H. Armiadi Musa, MA, mengatakan bahwasannya pembinaan dan pendampingan syariah bagi para muallaf khususnya yang berdomisili di daerah perbatasan Aceh, perlu dilakukan secara berkelajutan dan berkesinambungan.

Menurutnya, pembinaan dan pendampingan secara kontinue ini untuk memudahkan para muallaf dalam memahami dan memaknai ajaran-ajaran tentang Islam sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Banyak lembaga yang membantu BMA dalam mendukung kegiatan ini, salah satunya Dewan Dakwah Aceh ”, ujarnya.

“Selama tahun 2015, BMA dengan Dewan Dakwah Aceh telah bekerjasama melakukan pembinaan dan pendampingan tersebut kepada 150 muallaf yang berasal dari Subulussalam, Aceh Singkil, Simeulue, Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang yang setiap Kabupaten/Kota tersebut untuk 30 muallaf”, tambahnya.

Ketua Dewan Dakwah Aceh Tgk Hasanuddin Yusuf Adan juga berpandangan sama masih sangat dibutuhkan dakwah berkelanjutan seperti ini. Para muallaf yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai buruh kebun sawit tersebut masih sangat minim dalam memahami keislaman.

“Kepada mareka diajarkan tentang aqidah dan ibadah praktis, khususnya tata cara wudhuk dan shalat menurut tuntunan sunnah. Juga tata cara membaca Al-Quran secara baik dan benar sehingga mampu membaca Al-Quran menurut aturan ilmu tajwid,” jelas Tgk Hasanuddin.

Hasanuddin menambahkan, program pembinaan dan pendampingan syariah ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dasar tentang dinul Islam dan pelaksanaannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada para muallaf juga diberikan buku bacaan islami dan al-quran terjemahan yang disediakan. Dengan demikian mareka akan istiqamah dengan agama Islam dan tidak akan kembali lagi ke agama sebelumnya.

“Apa yang telah dilakukan oleh Baitul Mal Aceh ini perlu di apresiasi dan kita berharap supaya program tersebut akan terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya serta juga dapat dipadukan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat,” demikian Hasanuddin.