Tim Verifikasi BMA Tinjau Korban Arus Besar Krueng Raya

Tim Verifikasi BMA Tinjau Korban Arus Besar Krueng Raya

Aceh Besar – Tim verifikasi Baitul Mal Aceh mengunjungi lokasi dan korban bencana arus besar Krueng Raya di Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, Jumat (29/01). Data sementara dari hasil tinjauan lapangan sebanyak 8 boat nelayan hilang dibawa arus, 7 boat rusak berat dan rusak ringan sebanyak 53 boat.

Mrnurut Panglima Laot Lhok Krueng Raya, Zakaria sampai berita ini diturunkan belum ada bantuan yang diterima dari pemerintah setempat. Ia berharap pemerintah dapat membantu warganya yang terkena musibah tersebut.

Sebagaimana yang diberitakan Harian Serambi dua hari yang lalu, pada Selasa (26/1) malam hingga Rabu (27/1) dinihari kawasan itu diguyur hujan deras. Akibatnya, kecepatan arus sungai meningkat deras hingga menghanyutkan kayu gelondongan. Kayu tersebut kemudian menabrak sejumlah boat nelayan yang sedang ditambat di dermaga kawasan itu.

Tak tahan menahan arus, tali tambatan enam boat putus. Sehingga boat tersebut terseret arus dan hilang ke tengah laut. “Tak ada warga yang tahu kejadian itu, sehingga tidak ada penanganan apapun,” ujarnya Zakaria.

Dikatakan, nelayan baru tahu kejadian itu pada pagi hari karena mendapati boat mereka sudah tenggelam dan hilang dari dermaga. Setelah itu, nelayan langsung mencari boat yang hilang tersebut ke perairan Krueng Raya menggunakan puluhan boat lain. “Namun, pencarian yang dimulai pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB tidak membuahkan hasil,” ungkapnya.

Ditambahkan, boat yang hilang tersebut adalah jenis boat pancing dengan kapasitas mesin 35 GT. Selama ini, lanjut Zakarian, boat nelayan Krueng Raya memang ditambat di Dermaga Meunasah Keude yang jaraknya sekitar 50 meter dari kuala.

Arus kencang itu, kata Zakaria lagi, juga mengakibatkan tanggul sungai sepanjang 28 meter yang baru selesai dibangun beberapa bulan lalu jebol.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli melalui Kapolsek Mesjid Raya, AKP Ferdiansyah mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan nelayan dan panglima laot setempat untuk mencari boat yang hilang tersebut. “Kita memang tidak menurunkan tim, karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” tandas Kapolsek.[]