Tim Pemantau Otsus DPR Siap Tindaklanjuti “Aceh tak Kena Pajak Setelah Keluarkan Zakat”

Tim Pemantau Otsus DPR Siap Tindaklanjuti “Aceh tak Kena Pajak Setelah Keluarkan Zakat”

JAKARTA – Ketua Tim Pemantau Otsus Aceh DPR RI, H.Firmandez  siap menindaklanjuti Aceh bebas pajak apabila sudah membayar zakat.

Potensi zakat di Serambi Mekkah mencapai 1,4 triliun lebih per tahun.

“Sejak tujuh tahun lampau usaha ini sudah dirintis dengan menyurati berkali-kali pejabat terkait termasuk  Dirjen Pajak. Waktu itu Aceh dipimoin Irwandi-Nazar,” kata Firmandez di Gedung Parlemen, Senin (1/2/2016).

Firmandez menyatakan dukungannya dan siap bahu membahu dengan senator Aceh Ghazali Abbas Adan yang kembali mengingatkan Gubernur Aceh mengenai “Aceh tak kena pajak apabila telah membayar zakat.”

Firmandez yang juga Ketua Kadin Aceh mengatakan, para pelaku usaha di Aceh akan sangat gembira apabila usaha ini kembali bergulir dan memberi hasil maksimal.

“Ini harus dilakukan bersama-sama. Kami di Tim Pemantau Otsus Aceh DPR akan serius mendukung ini,” lanjut Firmandez.

Politisi Partai Golkar asal Aceh ini mengaku sudah berkomunikasi dengan Ghazali Abbas Adan untuk melancarkan usaha tersebut. Firmandez mengaharapkan gubernur segera membuat tim khusus. “Ini merupakan salah satu perintah UUPA,” demikian Firmandez.

Aceh memiliki potensi zakat sangat tinggi. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Nazaruddin AW merilis,  potensi zakat di Aceh mencapai Rp 1,3 triliun. Perkiraan ini berdasarkan hasil penelitiannya pada tahun 2014 di seluruh Aceh.

Penelitian Nazaruddin memperlihatkan, selama ini zakat yang masuk ke baitul mal kebanyakan dari pegawai. “Selebihnya, dari pelaku sektor pertanian, perdagangan, dan profesi lainnya seperti dokter, kontraktor, belum secara resmi disalurkan ke baitul mal selaku lembaga resmi pengelola zakat,” kata Nazaruddin.

Frimandez mengatakan belum optimalnya pengumpulan zakat, boleh jadi antara lain karena masih ada pungutan pajak. “Seharusnya masyarakat Aceh cukup membayat zakat saja, tidak lagi bayar pajak,” ujar Firmandez. (*)

Sumber: Serambi Indonesia