Baitul Mal Aceh Sosialisasi Zakat di Kodam IM

Baitul Mal Aceh Sosialisasi Zakat di Kodam IM

Banda Aceh-Setalah melaksanakan audiensi beberapa waktu lalu, Kodam Iskandar Muda mengundang Baitul Mal Aceh untuk menyosialisasikan zakat profesi di jajajrannya, Senin (21/03/2016).

Sosialisasi yang diangkat tema “Sosialisasi Zakat Profesi Prajurit dan PNS Kodam Iskandar Muda” tersebut dihadiri kangsung Kepala Baitul Mal Aceh Dr Armiadi Musa MA yang didampingi Kabintaldam, Kolonel Drs H Ahmad Husein, S. M. A.

“Setelah kami menerima perintah mengenai zakat dari Kasad, kami di jajaran Kodam sangat haus ilmu mengenai zakat profesi, maka kita undang Baitul Mal Aceh untuk menambah pemahaman kami,” kata Ahmad Husein.

Sementara itu Kepala Baitul Mal Armiadi dalam pemaparannya ia menyebutkan nisab zakat profesi jika seorang memiliki penghasilan di atas Rp3,8 juta per bulan atau Rp 48 juta pertahun atau 94 gr emas, maka wajib mengeluarkan zakat. Setalah pemaparan materi dari Kepala Baitul Mal, sosialisasi lebih banyak diwarnai dengan diskusi.

Salah seorang anggota TNI bertanya, jika seorang pegawai memiliki gaji sudah mencapai nisab, tapi akhir bulan habis dipotong bank karena ambil kredit, apakah masih harus mengeluarkan zakat? Menjawab pertanyaan tersebut Armiadi menjelaskan zakat yang dikenakan pada penghasilam kotor.

“Artinya hutang yang kita buat bukan basicned, bukan untuk kebutuhan pokok.  Kalau untuk beli mobil, atau bahan bukan basicned maka kebutuhan bukan primer ini tidak dikurangi, maka zakat tetap dikeluarkan,” katanya.

Selanjutnya ditanyakan lagi bolehkah zakat disalurkan sendiri kepada mustahik? Untuk jawaban atas pertanyaan ini Armiadi menguraikan dalam banyak sumber hukum, baik Alquran maupun hadits zakat harus disalurkan melalui amil. Boleh saja disalurkan sendiri asal di daerah tersebut tidak ada amil zakat. Maka dibolehkan jika memenuhi syarat tersebut, itu pun harus betul dipastikan mustahik tersebut memenuhi syarat sebagai penerima zakat.

“Bedanya kalau disalurkan sendiri mustahik hanya mendapat sedikit, sedangkan jika melalui amil bisa terkumpul banyak bahkan bisa membangun rumahnya,” jelasnya.

Armiadi juga menjelaskan zakat yang disalurkan harus dari sumber harta yang halal. Maksudnya tidak dibenarkan dalam Islam membayar zakat untuk menyucikan uang tersebut, maka disimpulkan harta haram tidak wajib zakat.

Terakhir Armiadi juga menjelaskan akan mengembalikan zakat sebesar 17 persen dari penerimaan zakat instansi tersebut untuk disalurkan kepada mustahik di sekitar Kodam, karena aturan penyaluran zakat, dimana zakat itu dipungut.

Sosialisasi di instansi vertikal tersebut diikuti anggota dan pejabat TNI dari Batalyon Rider, Armed Zipur, Kesdam, Kodim dan satuan-satuan yang ada di jajaran Kodam. []