Ustadz Masrul Aidi: Bayarlah Zakat Dimana Harta Itu Diperoleh

Ustadz Masrul Aidi: Bayarlah Zakat Dimana Harta Itu Diperoleh

Banda Aceh – Ulama muda Aceh, Ustadz Masrul Aidi mengajak ummat Islam di Aceh agar membayar zakat dimana sumber harta itu diperoleh. Ajakan tersebut berdasarkan anjuran Rasulullah ketika salah seorang sahabat bernama Mu’adz bin Jabal ditugaskan berdakwah ke negeri Yaman. Rasulullah berpesan, apabila penduduk negeri Yaman sudah tunduk dan patuh terhadap perintah shalat, maka ajarkan bahwa Allah wajibkan zakat kepada mereka.

“Ini sebenarnya menjadi prinsip para ulama bahwa sifat zakat itu adalah teritorial, maksudnya setiap pekerja di suatu tempat harus membayar zakat di tempat itu, seperti pegawai baik swasta atau pemerintah berkerja di Banda Aceh, maka hendaknya menyetorkan zakat di Banda Aceh. Tidak boleh dibawa ke tempat lain, begitu juga dengan penyalurannya,” kata Ustadz Masrul Aidi saat mengisi ceramah maulid di Baitul Mal Aceh, Selasa (22/03/2016).

Namun kenyataannya, Banyak di antara masyarakat di Aceh yang berkerja di suatu tempat, tapi membayar zakat ke tempat lain. Sepanjang sejarah Mu’adz di negeri Yaman tidak pernah setor zakat ke Madinah sampai Rasul wafat. Ketika Saidina Umar bin Khattab jadi Khalifah, Mu’adz membawa zakat ke Madinah, namun respon Umar malah memarahinya karena ia tidak utus ke negeri Yaman untuk bawa ke Madinah.Tapi dikelola disana.

Namun Mu’adz pun dengan tegas mengatakan bahwa zakat disana tidak ada lagi warga miskin yang mau menerimanya. Semua ummat disana sudah sejahtera dan memiliki keyaan jiwa. Begitulah keadaan ummat di Yaman saat itu, tidak ada lagi yang mau menerima zakat.

“Sungguh berbeda dengan kondisi kita di Aceh malah orang kaya malah yang tidak menolak menerima zakat,” ujarnya.

“Maka pernah satu malam saya ceramah, seoarang geuchik curhat ke saya, katanya ada orang kaya yang marah tidak diberikan zakat. Saya bilang bahwa orang tersebut sedang berdoa untuk menjadi miskin. Untuk menghadapi syarat ini maka saya sarankan buat sebuat stiker bertuliskan rumah penerima keluarga penerima zakat untuk ditempel di rumahnya. Kalau dia tidak malu, maka berikan ia zakat,” sebutnya.[]