Wali Santri Program Tahfidzul Quran Teken Perjanjian dengan BMA

Wali Santri Program Tahfidzul Quran Teken Perjanjian dengan BMA

Banda Aceh – Sebanyak 16 wali santri murid yang dinyatakan lulus verifikasi penerima bantuan Program Beasiswa Tahfidzul Quran tingkat SMP dan SMU diundang ke Kantor Baitul Mal Aceh. Seperti tahun sebelumnya para orang tua santri tersebut menandatangi surat perjanjian komitmen tentang tanggungjawab dan kewajiban yang harus dipenuhi orang tua dengan Baitul Mal Aceh.

“Karena ini beasiswa penuh, jadi harus ada komitmen dari orang tua untuk bersungguh memotivasi anaknya mengikuti penuh program ini, agar program dan dana yang dikeluarkan Baitul Mal Aceh tidak sia-sia,” kata Kepala Baitul Mal Aceh Dr Armiadi Musa MA yang diwakili Kepala Seketariat, T Sulaiman SE, Selasa (12\04\2016) di Aula Baitul Mal Aceh.

Ia menjelaskan, sebelum diputuskan lulus seleksi baitul Mal Aceh, para calon penerima beasiswa penuh ini harus melewati beberapa tahapan proses. Pertama seleksi administrasi, kemudian wawancara dengan petugas Baitul Mal Aceh, dan yang terakhir test akademik pesantren yang bersangkutan.

“Ada beberapa pesantren tahfidz yang berkerjasama dengan Baitul Mal Aceh, untuk 16 santri yang lulus seleksi tingkat SMP dan SMU ini akan dimondokkan di Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pagar Air,”tambahnya.

Selain itu, ada sebanyak 20 santri lagi nantinya juga akan di mondokkan di pesantren lainnya yang telah berkerjasama dengan baitul mal seperti yang telah berjalan selama ini yaitu Pesantren Al-Athiyah Saree. Para santri akan dibiayai dari tahun pertama hingga selesai selama tiga tahun.

“Seperti diketahui, dana yang kami kelola adalah dana zakat, tentu para penerimanya harus dari keluarga miskin. Oleh sebab itu perlu verifikasi yang ketat karena pendaftarnya melebihi kuota yang disediakan,”tambah Kepala Baitul Mal Aceh.

Ia berharap dengan adanya program ini angka putus sekola di Aceh semakin menurun, dan kepala Baitul Mal meminta para santri ikut mendoakan para muzakki (pembayar zakat) agar berkah dan bertambah rezekinya serta semakin banyak yang menyetor zakat ke Baitul Mal Aceh.

“Jika zakat terus meningkat, tentu beasiswa ini juga bisa ditingkatkan lebih banyak lagi anak-anak Aceh yang mendapat beasiswa penuh ini,” tutupnya.[]