Mawarni, Mustahik ZIS Produktif Peternak Bebek

Mawarni, Mustahik ZIS Produktif Peternak Bebek

Program Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) Produktif dalam bentuk modal usaha Baitul Mal Aceh telah memberi manfaat bagi Mawarni (50 Tahun). Ia kini sudah memiliki usaha ternah bebek dan ayam untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarganya.

Ibu rumah tangga yang memiliki empat orang anak ini sudah tiga tahun meminjam modal usaha dari Baitul Mal Aceh. Tahun pertama ia meminjam tidak banyak hanya Rp1 juta, karena khawatir tidak sanggup mengembalikan.

Tapi ternyata ia mampu dan rutin saat menyetor pengembalian, Baitul Mal Aceh meningkatkan modal usaha baginya. Kini tahun ketiga ia sudah memperoleh Rp3 juta bergulir.

Warga Gampong Lampu’uk Lam Ateuk Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar ini kini telag mempunya 76 ekor bebek dan 25 ekor ayam. Dalam menjalankan usahanya , mawarni di bantu oleh sang suami Abdullah Ali ( 59 Tahun) yang berprofesi sebagai petani sawah.

“Awalnya Mawarni mengetahui informasi modal usaha ini dari kawan desa sebelah. Tahap pertama karena takut tidak sanggup untuk menutupi pinjaman, saya hanya mengambil Rp.1 juta, Tahun selanjutnya Rp.2 juta dan sekarang tahap ketiga sebesar Rp. 3 juta,” ungkapnya.

Dari usahanya, Mawarni memperoleh pendapatan sekitar Rp50 ribu per hari dari hasil telur. ”50 ribu tergantung telur yang diperoleh. Karena bebek dan ayam di lepas keluar kandang dari pagi sampai sore,” tambahnya.

Mawarni memilih usaha di sektor peternakan karena merasa lebih mudah dijalankan dan untuk umpannya pun tidak sulit untuk didapatkan. Meskipun demikian ada beberapa kendala dalam menjalankan usahanya itu, seperti ada Babi yang berkeliaran di perkampungan yang sangat meresahkan warga, dan juga banyak biawak yang kapan saja bisa menyantap bebek dan ayam mereka.

Manfaat dari modal usaha yang diperoleh, Mawarni mengakui ada perkembangan dalam usahanya, dulu hanya mendapatkan pendapatan dari hasil tanam padi di sawah, sekarang  walaupun tidak setiap hari didapat , tapi sudah sangat terbantu dengan menjual telur.

Mawarni mengaku tidak terbeban dengan pinjaman yang diberikan oleh Baitul Mal Aceh, alasan yang paling utama tidak ada bunga sedikitpun. Dana yang diterima betul-betul dana bersih, memiliki keringanan tanpa anggunan dan pelayanannya yang sangat baik dan memuaskan.

“Ketika membayar setiap bulan, dan uang yang kita setor lebih dari peminjaman seperti Rp5rb, Rp3rb atau Rp2rb. Pihak Baitul Mal Aceh akan mengembalikan uang tersebut kepada saya, kalau saya tidak mengambil juga boleh, tapi uang tersebut di jadikan infaq,” tambahnya.

Walaupun belum berpendapat besar, Bu Mawarni memiliki impian agar mampu membayar zakat (menjadi Muzakki) di Baitul Mal Aceh. Mawarni berharap Baitul Mal semakin maju , dan terus membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan serta semakin banyak yang menyetor zakat.

Program ZIS Produktif ini merupakan salah satu program unggulan di Baitul Mal Aceh setiap tahun. Dana yang di berikan berbeda-beda, tergantung berapa kebutuhan  yang ingin di terima oleh para mustahik. Jumlahnya mulai dari Rp 1 juta hingga Rp10 juta.

Sedangkan untuk sektor peternakan, pada umumnya mustahik meminjam modal usaha untuk membeli anak bebek dan ayam , atau langsung membeli bebek dan ayam yang sudah bisa dimanfaatkan, dan untuk membeli umpannya. (S A R I/Mahasiswi peserta magang dari UIN Ar-Raniry)