Kapala BMA Berdialog dengan Menteri Agama Melalui VC

Kapala BMA Berdialog dengan Menteri Agama Melalui VC

Banda Aceh – Kepala Baitul Mal Provinsi Aceh Dr. Armiadi Musa, MA didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinis Aceh Drs. H. M. Daud Pakeh Berdialog dengan Menteri Agama RI Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin melalui Video Conference, Rabu (05/10/2016) di ruang di Ruang rapat Kakanwil Kemenag Aceh.

Dialog bersama Menag ini dilaksanaka pada puncak acara entri data nasional penghimpunan dan pendistribusian zakat secara serentak di 34 provinsi se-Indonesia melalui aplikasi Sistem Manajemen Informasi Baznas (SiMBA) dan diikuti oleh 15 Provinsi di Indonesia dan juga disaksikan oleh seluruh Kanwil Kemenag melaluihttp://live.kemenag.go.id/.

Dalam kesempatan tersebut Kakanwil Kemenag Aceh yang pertama dipersilahkan oleh Direktur Zakat sebagai pemandu Acara di Kantor Kemenag Pusat Jakarta, menjelaskan kepada Menteri Agama bahwa Aceh selain berpedoman kepada Undang-Undang tentang Zakat secara Nasional juga ada Qanun yang mengatur secara khusus tentang Zakat di Aceh yaitu Qanun Nomor 10 Tahun 2007 tentang Baitul Mal Aceh.

“Kalau di Aceh, Namanya Baitul Mal Pak menteri, berbeda mungkin dengan Provinsi lain di Indonesia yaitu Baznaz, saat ini Kepala Baitul Mal Aceh dan Jajaranya telah hadir untuk Sharing tentang Zakat dengan bapak menteri Ujar Kakanwil kepada Menag yang disaksikan oleh seluruh Kanwil Kemenag se Indonesia,”ujar Daud Pakeh.

Sementara itu, saat dialog berlangsung, Kepala Baitul Mal Aceh Armiadi Musa menjelaskan kepada Menag bahwasanya selama ini di Aceh telah melaksanakan seperti yang di harapkan oleh bapak menteri Agama yaitu pendistribusian Zakat yang berbentuk Produktif tidak hanya dalam bentuk konsumtif.

Selama ini Baitul Mal Aceh telah melaksanakan Pendayagunaan Zakat di Bidang Ekonomi, Pendidikan seperti Beasiswa Penuh, Bantuan Pendidikan Berkelanjutan, Bantuan Keuangan Sekali Waktu, begitu juga dalam bidang Sosial, Dakwah dan syiar Islam seperti pembinaan muallaf didaerah rawan aqidah Jelas Armiadi
Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan dalam sambutannya di awal acara Video Conference bahwa pemerintah ingin memperkuat manajemen pengumpulan dan pengelolaan dana zakat.

“Ini merupakan tonggak bersejarah di era digital, pemerintah ingin memperkuat manajemen pengelolaan pengumpulan, pengelolaan dana zakat, sehingga yang terhimpun lebih transparan, akuntabel dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan Baznas sehingga bisa dirasakan manfaatnya bagi yang membutuhkan,” ujar Menag Lukman.[sumber: aceh.kemenag.go.id]