Peserta Pelatihan Life Skills Binaan BMA Mulai Belajar

Peserta Pelatihan Life Skills Binaan BMA Mulai Belajar

Banda Aceh – Sebanyak 35 orang pemuda-pemudi Aceh yang putus sekolah telah mendaftar ke Baitul Mal Aceh untuk mengikuti pelatihan life skills. Ke-35 tersebut akan diseleksi lagi kemampuan dasar komputer, selanjutnya akan dipilih 24 orang yang akan mengikuti pelatihan.

Program pelatihan ini, Baitul Mal Aceh berkerjasama dengan Studio Ilmu Banda Aceh. Peserta mulai memasuki pelatihan pada Rabu (16/11/2016). Pelatihan dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu sebulan belajar, sedangkan dua bulan lagi akan dimagangkan.

Program ini menawarkan tigas jenis pelatihan, yaitu Perakitan Komputer, Perakitan Handphone/Smartphone dan Desain Grafis (adobe dan coreldraw). Peserta yang dinyatakan lulus seleksi tidak akan dikenakan biaya apapun. Semua biaya pendidikan ditanggung Baitul Mal Aceh.

“Peserta tinggal datang saja, dan belajar gratis, yang penting peserta serius belajar,” kata Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa MA.

Sebelumnya, Dr Armiadi Musa MA mengatakan program ini merupakan agenda rutin Baitul Mal Aceh setiap tahunnya dalam rangka pemberdayaan para fakir miskin. Sehingga mereka yang putus sekolah diharapkan mampu mengoperasikan komputer.

“Baitul Mal tidak hanya memberikan bantuan konsumtif yang habis pakai, tapi dalam mengurangi kemiskinan di Aceh kita juga melatih para pemuda-pemudi yang putus pendidikan agar punya skil sehingga mereka bisa mencari pekerjaan,” kata Armiadi, Rabu (26/10/2016).

Untuk persyaratan umum sama seperti tahun lalu yaitu berasal dari keluarga miskin, tidak memiliki perkerjaan tetap, usia minimal 18 tahun maksimal 30 tahun, tidak berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, melengkapi syarat administrasi dan beberapa persyaratan lainnnya.

Sedangkan persyaratan khusus, untuk perakitan komputer minimal sudah familiar dengan komputer dan mengoperasikannya. Calon perseta minimal sudah mengetahui komponen-komponen yang ada pada komputer berupa hardware dan software.

Untuk pelatihan Handphone calon peserta minimal mengetahui perkembangan teknologi di bidang komunikasi dan familiar dengan kerusakan secara garis besar pada handphone. Setidaknya mereka memahami bagaimana penggantian casing dan batre pada smartphone.

Sedangkan untuk desain grafis, perserta minimal harus paham microsoft word dan memiliki bakad dan seni berimajinasi agar nanti bisa mendesain baliho dan spanduk. Dan yang paling penting peserta tidak buta warna.[]