Amil BMA Dibekali Ilmu Keamilan

Amil BMA Dibekali Ilmu Keamilan

Banda Aceh – Sebanyak lebih kurang 100 amil Baitul Mal Aceh mendapatkan pembekalan ilmu keamilan, Kamis (23/03/2017) di Aula Baitul Mal Aceh. Pembekalan yang dilaksanakan selama sehari penuh tersebut menghadirkan narasumber dari internal dan eksternal Baitul Mal Aceh.

Dari internal Baitul Mal Aceh diisi oleh Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa MA dan Kepala Sekretariat, T Sulaiman SE. Sedangkan dari eksternal hadir pakar di bidang zakat yaitu Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof Aliyasa’ Abubakar dan dari BAPPEDA, Muzafar.

“Kita berharap semua amil mengambil bagian untuk acara ini, baik dari sekretariat maupun di badan pelaksana karena keduanya berstatus amil,”kata Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa MA di sela-sela pembukaan.

Menurut Armiadi acara ini sangat  penting dilaksanakan secara rutin, walaupun selama ini belum terlaksana secara berkelanjutan karena terkendala dengan dana. Sebuah lembaga yang profesional biasanya seperti perusahaan selalu melakukan pembekalan dan evaluasi terhadap karyawannya.

Begitu juga dengan Baitul Mal Aceh, amil yang bekerja di dalamnya harus memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. Artinya keahlian seseorang itu harus ditempatkan pada tempatnya kalau dalam istilah disebut the right man and the ringt place.

“Kita boleh beda latar belakang, misalnya ada dari kita sarjana agama dan non-agama atau jurusan-jurusan lainnya tidak ada masalah ketika masuk kesini karena akan ada pembekalan, namun pengetahuan dasar harus dimiliki, minimal paham sedikit tentang fiqh zakat,”tandasnya.

IMG_0129Armiadi juga mengingatkan kepada petugas yang duduk di konter harus memberi pelayanan yang baik kepada setiap tamu yang datang, baik itu muzakki maupun mustahik. Mereka harus mendapatkan pelayanan yang sama.

“Pelayanan kita masih sangat lemah saat ada tamu, seharusnya ketika ada tamu disapa seperti yang dilakukan bank yaitu memberi pelayanan yang ramah,”tandasnya.

Ia menambahkan, biarpun ada tamu-tamu yang menjengkelkan amil tetap harus membeli pelayakan yang baik. “Kita harus menjalankan tugas masing-masing, misalnya sekuriti yang menerima tamu di depan juga memberi pelayanan yang baik walaupun yang datang mustahik,” jelas Armiadi.

Sementara itu Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh T Sulaiman SE mengungkapkan lembaga Baitul Mal Aceh  sebagai lembaga zakat harus profesional dan amanah karena yang dikelola dari tahun ke tahun adalah dana umat.

“Dana yang digunakan untuk pembekalan ini berkat lembaga kita mendapatkan hadiah zakat award 2015 dari Kementrian Agama sebagai lembaga yang memiliki managemen yang baik, maka dana tersebut kita gunakan untuk pembekalan ini.”tutupnya.[]