Kemenkeu RI Kunjungi BMA

Kemenkeu RI Kunjungi BMA

Banda Aceh – Baitul Mal Aceh (BMA) mendapatkan kunjungan dari Kementerian Keuangan RI dengan agenda mengkaji strategi pengembangan wakaf tunai dalam rangka pendalaman pasar keuangan syariah pada Senin (17/6).

 

Kunjungan Perwakilan Kemenkeu ke BMA disambut oleh Kepala BMA, Mahdi Ahmadi, beserta kabid/kabag/kasubid/kasubag. Dalam kunjungan yang berlangsung selama 2 jam, Subahn mewakili Badan  Badan Kebijakan Fiskal, Kemenkeu RI menyampaikan kunjungan nya untuk melihat langsung  praktek pengelolaan wakaf di  Aceh yang telah berjalan selama ini.

“Baitul Mal Aceh salah satu lembaga yang terbaik dalam pengelolaan zakat, infak ditambah lagi dengan harta wakaf yang telah menjalankan beberapa program sehingga perlu dianalisi praktek pengelolaannya yang dianggap baik”ujarnya

 

Subhan tambahkan dengan kunjungan ini Kemenkeu RI mengidentifikasikan bahan untuk memformulasikan model wakaf tunai yang ideal dalam kerangka pendalaman pasar keuangan syariah. Karena Kemenkeu sudah mulai ambil langkah untukmengintegrasikan antara instrumen wakaf tunai dan kebijakan fiskal untuk mengoptimalkan peran dan fungsi fiskal dalam perekonomian dalam rangka tugas-tugas negara yang beririsan dengan tujuan-tujuan yang digariskan oleh syariah Islam.

 

Kepala BMA, Mahdi Ahmadi, juga menyampaikan terima kasih atas kunjungannya ke BMA dalam rangka silaturahmi dan juga sharing ilmu yang mungkin bisa BMA ambil dan terapkan di Propinsi Aceh ini.

 

Dalam kesempatanya, Mahdi mengutarakankan beberapa program unggulan yang dimiliki BMA seperti bantuan fakir uzur seumur hidup, pemberian modal usaha bagi pelaku usaha mikro kecil, pembangunan rumah dhuafa dan bantuan-bantuan produktif lainnya seperti beasiswa dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin.

“BMA juga ada beberapa program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti bantuan kebakaran, paket Ramadhan, bantuan orang terlantar, bantuan pendampingan orang sakit dan beberapa bantuan lain”, tambahnya.

Sebagai informasi, kunjungan studi ini merupakan kegiatan penyusunan kajian pembahasan wakaf dengan tema “Strategi pengembangan pasar keuangan syariah melalui pemanfaatan wakaf uang/tunai” agar Kementerian Keuangan perlu mendorong Pemerintah dalam upaya pengumpulan dan pengelolaan wakaf tunai supaya lebih optimal sehingga mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat luas..