Baitul Mal Aceh Bantu 30 Dayah Minim Operasional

Baitul Mal Aceh Bantu 30 Dayah Minim Operasional

Banda Aceh – Sebanyak 30 dayah/pesantren se-Aceh mendapatkan bantuan operasional dari Baitul Mal Aceh tahun 2020. Bantuan tersebut diberikan kepada dayah yang minim biaya operasional dan menampung santri miskin serta anak yatim dengan total anggaran sebesar Rp293.500.000.

Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Prof Nazaruddin A Wahid mengatakan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Baitul Mal Aceh terhadap dayah-dayah di Aceh. Walaupun bantuannya tidak terlalu besar, setidaknya sudah mengurangi beban mereka dalam mendidik generasi islami.

“Harapan kita dengan bantuan tersebut, penerima dapat memanfaatkan sebaik mungkin, yaitu untuk kebutuhan sehari-hari seperti membayar rekening listrik atau pun kebutuhan yang lainnya yang dianggap mendesak,” kata Prof Nazaruddin, Senin (4/1/2021).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Dayah Mishrul Huda Malikussaleh, Lam Jamee, Kota Banda Aceh. Dalam penyerahan tersebut dihadiri anggota Badan Baitul Mal Aceh, Mukhlis Sya’ya, Mohammad Haikal, dan para amil. Sedangkan dari pihak dayah diterima langsung Pimpinan Dayah Mishrul Huda, Tgk Rusli Daud, S.Hi, M.Ag.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada muzaki Baitul Mal Aceh, karena dengan zakat para muzaki tersebut telah meringankan beban kami yang selama ini mendidik anak yatim dan muallaf. Semoga para muzaki dan amil diberikan keberkahan rezekinya oleh Allah swt.”

Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden mengatakan bantuan tersebut bersifat insidentil, seperti untuk biaya tunggakan listrik, tunggakan air bersih (PDAM), dapur umum, atau tunggakan pembayaran upah/ujrah untuk tenaga pengajar.

“Untuk pendataan kita minta proposal kebutuhan dari dayah, kemudian dikaji oleh para amil di Baitul Mal Aceh, baru kemudian direkomendasikan dapat dibantu atau tidak,” ungkap Rahmad.

Untuk kriteria, Kata Rahmad, dayah tersebut minimal memililiki surat keterangan terdaftar  (SKT), akte notaris dayah, surat keterangan domisili, rincian biaya yang logis, nomor rekening Bank Aceh atas nama dayah dayah, memiliki santri yang mondok minimal 25 orang, dan menampung santri yatim/miskin.[]