BMA dan IAIN Lhokseumawe Melaksanakan FGD Zakat Pengurang Pajak

BMA dan IAIN Lhokseumawe Melaksanakan FGD Zakat Pengurang Pajak

Baiitul Mal Aceh (BMA) dan  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Zakat pengurang pajak” harapan dan tantangan, Kamis (28/1/2021) berlangsung di aula Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) lantai 3.

Rektor Institut IAIN Lhokseumawe, Dr. H. Hafifuddin, M. Ag membuka secara resmi diskusi yang diinisiasi oleh Bidang Kemahasiswaan, kerjasama dan alumni IAIN Lhokseumawe menghadirkan tiga narasumber utama yang menjadi pemantik diskusi, diantaranya Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, MA, Dr. Abdul Rani Usman, M. Si dari Baitul Mal Aceh dan Subandiyono, selaku Kepala Kantor Pajak Pratama Kota Lhokseumawe.

Rektor mengharapkan diskusi ini nanti mampu memberikan konsep kontribusi pemikiran, gagasan yang bermuara pada satu konsep yang nantinya Aceh diharapkan dapat menjadi model implementasi syariah.

Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, MA, Ketua Badan Baitul Mal Aceh menjelaskan bahwa, Baitul Mal sebagai salah satu lembaga keistimewaan Aceh mempunyai peran besar dalam memberdayakan masyarakat. Maka untuk diperlukan dukungan banyak pihak, dalam mengampayekan zakat.

“Pihaknya juga sering mengadakan kajian dan diskusi dengan berbagai stakeholder bahwa saat ini Aceh patut dan wajib berlaku zakat pengurang pajak. Kententuan zakat sebagai pengurang pajak juga diatur dalam Undang-Undang. Hal ini ditegaskan oleh UU No. 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan pajak. Ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, IAIN Lhokseumawe juga melakukan kerjasama dengan Baitul Mal Aceh dalam bidang implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.