Pesan Prof Nazar dalam Rakor Baitul Mal Se-Aceh

Pesan Prof Nazar dalam Rakor Baitul Mal Se-Aceh

Sejak 17 Februari 2021, Baitul Mal Aceh (BMA) bersama Baitul Mal Kabupaten/kota se-Aceh melaksanakan rapat koordinasi (Rakor). Rakor kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang bisa dipusatkan di satu tempat.

Kali ini disebabkan kondisi pandemi Covid-19, mengharuskan menerapkan protokol kesehatan sehingga pelaksanaannya dibagi menjadi lima zona, yaitu Kota Lhokseumawe, Langsa, Takengon, Tapaktuan, dan Kota Banda Aceh.

Rapat koordinasi zona terakhir yang dilaksanakan di Kota Banda Aceh digelar di Aula Kantor Baitul Mal Aceh, Senin (8/3/2021). Rakor yang mengangkat tema “Optimalisasi Kelembagaan Baitul Mal” dihadiri perwakilan BMK Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Pidie, dan Pidie Jaya.

Kegiatan ini dibuka langsung Ketua Badan BMA, Prof Nazaruddin A Wahid MA yang juga dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan Syariah (DPS) Baitul Mal Aceh, Prof Al Yasa’ Abubakar MA serta Kepala Sekretariat, Rahmad Raden.

Dalam sambutannya, Prof Nazaruddin menyampaikan, ada tiga hal pengoptimalisasi yang dimaksudkan pada rakor ini, yaitu harmonisasi, validasi, dan reputasi. Untuk harmonisasi menurutnya, di Baitul Mal ada tiga komponen yang menjadi penggerak roda kelembagaan Baitul Mal selama ini, yaitu badan, sekretariat, dan dewan pertimbangan Syariah.

“Tiga komponen ini merupakan tumpu untuk memasak sehingga harus dijaga keharmonisannya,” ungkap Prof Nazar.

Kedua, validasi. Menurut Prof Nazar, Baitul Mal selaku yang mengurus harta umat, data yang dimiliki harus valid dan terverifikasi dengan baik. Sedikit saja kesalahan akan menjadi cemoohan dari publik.

“Sangat rentan Baitul Mal ditantang oleh publik. Maka validasi ini harus sinkron dari semua aspek baik dari data, perbuatan, dan perkataan kita,” tambah.

Sedangkan untuk reputasi. Baitul Mal merupakan lembaga publik yang mengurus keuangan. Lembaga privat yang dipercayaa saat ini adalah bank. Hal itu terbukti dengan miliaran uang ditItipkan tanpa diragukan. Andai kata Baitul Mal mampu membangun reputasi seperti bank, ataupun mendekati saja, itu lebih baik untuk keberhasilan Baitul Mal ke depan.

“Untuk mencapai itu semua diperlukan trust. Jujur dengan hati dan perbuatan. Kalau ini kita kembangkan pelan-pelan, insyaallah akan meningkatkan reputasi Baitul Mal,” tutupnya.[]