DPRK dan BMK Aceh Utara Kunker ke Baitul Mal Aceh

DPRK dan BMK Aceh Utara Kunker ke Baitul Mal Aceh

Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara bersama Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Utara melakukan kunjugan kerja (kunker) ke Baitul Mal Aceh (BMA). Dari DPRK hadir Sekretaris Komisi, Zulkarnen beserta anggota komisi.

Kunjungan tersebut diterima langsung Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Prof Nazaruddin A Wahid MA bersama anggota badan serta pihak secretariat BMA, Selasa (9/3/2020) di Aula Baitul Mal Aceh.

Zulkarnen mengungkapkan, tujuan pihaknya bertandang ke Baitul Mal Aceh untuk mengetahui apa saja yang sudah dilakukan BMA dan apa saja program yang akan dilaksakan tahun ini di Aceh Utara. Pihaknya berharap agar Baitul Mal Aceh terus menyalurkan dana zakat ke Aceh Utara setiap tahun.

Selain itu, pihaknya juga menanyakan soal wakaf produktif. Menurutnya, wakaf produktif  seperti yang dilakukan Kabupaten Kudus sangat bagus. Hal ini bisa diadobsi oleh Baitul Mal di kabupaten/kota. Selama pertemuan berlangsung banyak hal yang ditanyakan oleh anggota DPRK mulai dari pengembalian zakat guru hingga pembangunan rumah duafa.

“Kami butuh gambaran awal wakaf produktif di BMA baik dari konsep ataupun teknisnya, sehingga kita siap berkolaborasi dengan BMA,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan BMA, Prof Nazaruddin A Wahid MA menyambut baik kedatangan mereka. Prof Nazar mengatakan program yang ada di Baitul Mal Aceh selama ini merupakan pilot proyek. Tujuannya, yaitu agar menjadi panduan bagi BMK se-Aceh yang ingin mengadopsinya.

“Program-program yang selama ini dilaksanakan, yaitu modal usaha produktif yang diberikan secara bergulir kepada mustahik di daerah yang dekat dengan muzakki Baitul Mal Aceh, yaitu di Banda Aceh dan Aceh Besar, karena memang zakatnya masih sedikit,” ujarnya.

Begitu juga dengan program Fakir Uzur, saat ini baru mampu menjangkau di Banda Aceh dan Aceh Besar saja. Jika nanti program ini diambil alih oleh BMK Banda Aceh dan Aceh Besar maka bisa digilir ke Pidie dan seterusnya ke kabupaten lain.

Namun begitu, program Baitul Mal Aceh juga ada yang disalurkan ke serluruh Aceh termasuk Aceh Utara, yaitu beasiswa tahfiz Quran, gampong produktif, beasiswa satu keluarga satu sarjana, dan beberapa program lain seperti thalasemia.

Selanjutnya, Prof Nazar juga merespons terkait perekrutan anggota badan di BMK. Kata Prof Nazar ini merupakan amanah qanun no 10 tahun 2018. Ada beberapa kajian akademik bahwa kalau anggota badan tidak memutuskan sendiri tapi memutuskan secara bersama-sama.[]