BPS dan BMA Bersinergi Entaskan Kemiskinan di Aceh

BPS dan BMA Bersinergi Entaskan Kemiskinan di Aceh

Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh bersama Baitul Mal Aceh (BMA) akan terus bersingergi guna mengentaskan kemiskinan di Aceh. Data yang dimiliki BPS selaku lembaga yang mencatat kemiskinan makro dan data-data makro dapat dijadikan acuan oleh BMA untuk sasaran menyalurkan dana zakat.

Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan dan silaturahmi pimpinan BMA yang dipimpin anggota badan BMA, Mohammad Haekal ke kantor BPS Aceh, Rabu (10/03/2021). Turut hadir pula anggota badan BMA lainnya, Abdul Rani, Khairina, dan Kabid Pengumpulan, Abdussalam.

Beberapa waktu lalu, BPS Aceh mengeluarkan data yang menyebutkan warga miskin di Aceh kembali bertambah sehingga menjadikan kemiskinan di Aceh menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera.

Kepala BPS Aceh, Ihsanurrijal mengatakan BPS merupakan salah satu lembaga vertikal yang ada di Aceh yang selama ini juga sudah menyetorkan zakat pegawainya ke Baitul Mal Aceh.

“Data makro diperlukan untuk perencanaan program sedang data mikro untuk penyaluran bantuan agar tepat sasaran. BPS Aceh berkomitmen dan siap berkolaborasi untuk menjalankan program-program yang ada di BMA. Mudah-mudahan Aceh sejahtera,” kata Ihsanurrijal.

Sementara itu, Anggota Badan BMA, Mohammad Haekal berterima kasih atas kerjasama BPS yang sudah menyetorkan zakat pegawainya ke BMA. Ia berharap ada program yang bisa disinergikan agar kemiskinan di Aceh dapat dientaskan bersama-sama.

Menurutnya pendistribusian dana zakat yang dilakukan BMA selama ini merujuk kepada sektor sosial kemanusiaan ,dan sektor real.

“Dua hal pokok yang menjadi tujuan kita adalah mengurangi kemiskinan dan mengelola kemakmuran. Dan semua itu tentunya membutuhkan data, karena basis pergerakan kita adalah berbasis data,” kata Mohammad Haekal.

Anggota Badan BMA lainnya, Khairina menambahkan masih ada lembaga vertikal yang belum menyetorkan zakatnya ke BMA. Tahun ini merupakan tahun edukasi dan sosialisasi zakat, karena banyak sekali potensi zakat yang belum tergali.

“Ini PR BMA untuk mewujudkannya, karena itu kami sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak. Ke depan BMA akan bergerak kearah lebih moderat dengan melakukan sinergisitas dan kita berjuang bersama untuk menurunkan angka kemiskinan di Aceh,”pungkas Khairina. [murdani]