BMA Monev Program Sanitasi dan Air Bersih di Tiro, Pidie

BMA Monev Program Sanitasi dan Air Bersih di Tiro, Pidie

Sigli – Baitul Mal Aceh (BMA) menurunkan tim monitoring dan evaluasi (Monev) Program Sanitasi dan Air Bersih tahun 2020 di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Kegiatan ini untuk memastikan sejauhmana pemanfaatan program yang telah dilaksanakan.

Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden yang ikut serta dalam tim tersebut mengatakan, program sanitasi ini merupakan program baru di BMA. Di Kabupaten Pidie terdapat dua desa yang menjadi pilot project pembangunan jamban, yaitu Gampong Peunadok dan Gampong Meunasah Panah.

“Karena ini program perdana tahun lalu, kita harus memastikan dan melihat sejauh mana dampak dari program ini dan menjadi cacatan kita untuk perbaikan program tahun selanjutnya,” ujar Rahmad didampingi Kepala Bagian Umum BMA, Didi Setyadi, Kamis (8/4/2021).

Rahmad menambahkan, untuk Pidie tahun 2020 dibangun sebanyak 47 unit. Ia berharap dengan adanya program ini tidak ada lagi masyarakat yang membuang air besar di sungai atau tempat-tempat air mengalir sembarangan.

Selama dilaksanakan program ini, BMA bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Unicef, dan Baitul Mal Kabupaten Pidie. Pemilihan desa ini juga karena sudah dilakukan pemicuan terlebih dahulu oleh pihak Dinas Kesehatan Pidie. Mereka sudah mendapatkan sosialisasi kesadaran tidak membuang air besar sembarangan.

“Selain itu, kehadiran program ini sebagai bentuk dukungan terhadap program penurunan angka stunting di Aceh. Ketika masyarakat membiasakan hidup sehat, otomatis stunting pun akan berkurang,” imbuh Rahmad.

Untuk program ini BMA mengalokasikan dana sebesar Rp5 juta per unit. Bantuan yang diberikan dalam bentuk dana yang ditransfer ke rekening mustahik masing-masing. Sebagai tanggung jawab moral, BMA memantau dan memastikan uang tersebut digunakan untuk pembangunan jamban.

Hendra Saputra, salah seorang penerima manfaat mengaku bantuan tersebut sangat berguna. Katanya, sebelum diberikan jamban dari dana zakat itu, biasanya ia membuang air besar ke sungai di belakang rumah.

“Alhamdulillah, berkat bantuan ini kami sekeluarga tidak susah lagi, apalagi di malam hari, kami bisa memanfaatkan jamban tersebut,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Tiaman, salah seorang janda yang tinggal bersama cucunya. Ia merasakan manfaat dari pembangunan janban tersebut. Apalagi menjelang bulan Ramadan, pihaknya sangat membutuhkan jamban yang layak.

“Terima kasih muzaki Baitul Mal Aceh, bantuannya sangat membahagiakan kami,” tutupnya.

[Hayatullah]