Dayah Madinatuddiniyah Miftahussalam Panen Udang Vaname

Dayah Madinatuddiniyah Miftahussalam Panen Udang Vaname

Trienggadeng – Dayah produktif sudah menjadi tren di kalangan dayah itu sendiri saat ini. Selain belajar ilmu agama, pengurus dayah juga berpikir bagaimana geliat ekonomi untuk kehidupan dayah tetap berjalan dengan baik.

Adalah Dayah Madinatuddiniyah Miftahussalam, Gampong Sagoe, Trieng Gadeng Pidie Jaya. Sejak beberapa bulan terakhir membudidayakan udang jenis vaname (litopenaeus vannamei). Budidaya yang dimulai pada pertengahan tahun 2020 itu sudah tiga kali panen.

“Tahap pertama sekitar 90 kg, tahap kedua sebanyak 115 kg, dan tahap terakhir sekitar sekitar 150 kg. Jadi, kalau ditotal semua sekitar 350 kg lebih,” ungkap Mustafa, teknisi tambak yang membantu budidaya udang vaname di dayah tersebut.

Mustafa mengatakan, hasil panen selama ini dipasarkan ke Medan dan ke pasar-pasar lokal dengan harga sekitar Rp65-70 per kilogram. Hasil panen nantinya selain untuk kebutuhan dayah, juga disisihkan untuk bibit pembudidayaan selanjutnya.

Katanya, udang vaname merupakan salah satu udang yang sangat diminati pasar. Selain angka kematiannya rendah saat pembudidayaan, rasanya pun sangat nikmat untuk dijadikan berbagai menu makanan.

Dayah Madinatuddiniyah Miftahussalam merupakan salah satu dayah binaan Baitul Mal Aceh untuk budidaya udang vaname. Baitul Mal Aceh mengucurkan dana zakat melalui Baitul Mal Gampong setempat sebesar Rp50 juta. Dana tersebut untuk pembuatan kolam, pembelian bibit udang, serta untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya.

“Ukuran kolam seluas 8×15 meter persegi. Dengan kolam yang terbatas seperti ini hanya mampu memuat 30 ribu bibit udang, itu pun harus dipanenkan parsial ketika udangnya mulai membesar,” sebutnya.

Mustafa menambahkan, awalnya bantuan dari Baitul Mal Aceh tersebut diberikan melalui gampong. Namun setelah bermusyawarah para perangkat gampong, memutuskan dana Baitul Mal Aceh untuk pemberdayaan di dayah yang ada di gampong tersebut. Selain memiliki pengelola yang cukup, juga dapat memberdayakan guru dan santri di sana.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden mengatakan, program zakat produktif merupakan program andalan Baitul Mal Aceh. Program ini sengaja didesain untuk membantu gampong-gampong yang memiliki potensi untuk diproduktifkan dengan tujuan pemberdayaan masyarakat.

“Seperti biasa, sebelum diberikan bantuan terlebih dahulu disurvei oleh amil Baitul Mal Aceh, jika layak dan memiliki potensi maka akan dibantu,” tambahnya.

Bantuan yang diberikan dalam bentuk dana yang dikirim langsung ke rekening Baitul Mal Gampong. Ia berharap, dana tersebut tidak habis pakai tetapi terus dikembangan untuk pemberdayaan masyarakat setempat.

[Hayatullah]