BMA Monev Program Bantuan Peralatan Kerja

BMA Monev Program Bantuan Peralatan Kerja

Baitul Mal Aceh (BMA) menurunkan tim monitoring dan evaluasi (Monev) Program Bantuan Peralatan Kerja di Kabupaten Aceh Besar dan Banda Aceh mulai 7-10 April 2021. Tim Monev mengatangi langsung tempat usaha sekitar 350 mustahik yang telah mendapatkan bantuan dari BMA. Kegiatan ini untuk memastikan sejauhmana pemanfaatan program yang telah dilaksanakan.

Kepala Bagian Pemberdayaan Sekretariat BMA, Arif Arham, Rabu (14/04/2021) mengatakan program bantuan peralatan tersebut sudah berlangsung selama 5 tahun dan paling diminati oleh masyarakat.

“Sasaran utama program ini adalah masyarakat miskin yang sudah mempunyai usaha tetap akan tetapi masih memerlukan bantuan peralatan kerja untuk menunjang kegiatan usahanya,” kata Arif Arham.

Arif mengatakan berdasarkan hasil evaluasi dari tim monev terdapat beberapa permasalahan di lapangan terkait pelaksanaan program tersebut. Diantaranya bantuan alat kerja yang diberikan itu tidak digunakan atau di simpan oleh mustahik. Ada juga peralatan itu yang sudah di jual.

“Selain itu yang diminta mustahik bukan alat kerja tetapi bahan dan sebagian juga bukan sebagai usaha utama bagi keluarga,” kata Arif Arham.

Arif Arham menjelaskan tim monev juga merekomendasikan beberapa hal terkait pelaksanaan program tersebut yaitu para mustahik dipastikan kembali untuk detail alat yang dibutuhkan untuk usahanya. Bantuan diprioritaskan untuk usaha utama keluarga serta juga sudah memiliki dan menjalankan usahanya.

“Selain itu adanya pendampingan dari BMA terkait kegiatan dan potensi usaha mustahik,” jelas Arif Arham.

Arif Arham menambahkan perlu diperhatikan juga alat-alat yang dibutuhkan itu untuk satu jenis usaha saja sehingga usaha tersebut dapat berjalan maksimal dan bantuan pun bisa maksimal diberikan. Selain itu adanya akad/perjanjian serah terima barang secara tertulis yang menyebutkan bahwa bantuan zakat ini untuk membantu pekerjaan mustahik dalam menjalankan usahanya.

“Tim monev juga merekomendasikan agar bantuan untuk bahan juga diberikan dan harus sebagai usaha utama keluarga. Semoga saja dengan program itu dapat menekan angka keluarga miskin di Aceh,” pungkas Arif Arham. [Murdani]