BMA Mulai Salurkan Bantuan untuk Ibu Hamil dan Anak Stunting dari Keluarga Miskin

BMA Mulai Salurkan Bantuan untuk Ibu Hamil dan Anak Stunting dari Keluarga Miskin

Calang – Baitul Mal Aceh (BMA) mulai menyalurkan bantuan kepada ibu hamil dan anak stunting dari keluarga miskin untuk penanggulangan stunting tahun 2021. Untuk tahap pertama ini telah disalurkan kepada 20 mustahik yaitu 19 ibu hamil dan 1 anak stunting di Kabupaten Aceh Jaya.

Bantuan bersumber dari dana zakat itu ditransfer langsung ke rekening masing-masing mustahik. Para penerima bantuan tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Jaya sebanyak 7 orang, Kecamatan Indra Jaya 3 orang, Kecamatan Krueng Sabee 4 orang, dan Kecamatan Setia Bakti 6 orang.

Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden, Kamis (29/04/2021) mengatakan untuk program penanggulangan stunting tersebut BMA mengalokasikan anggaran kepada 50 mustahik yang terdiri dari ibu hamil dan anak stunting dari keluarga miskin. Mereka akan mendapatkan bantuan Rp500 ribu per bulan selama hamil hingga usia bayi 2 tahun yang disesuaikan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Untuk tahap pertama ini yang sudah dibantu adalah periode Januari- April 2021 kepada 20 orang di Kabupaten Aceh Aceh Jaya dengan total bantuan mencapai Rp40 juta. Sedangkan tahap kedua sebanyak 30 orang masih dalam proses,”kata Rahmad Raden.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan pilot project dan perdana di tahun 2021 dengan tujuan untuk mengurangi risiko stunting pada anak-anak Aceh dari keluarga miskin. Selain itu memberikan akses pangan bergizi untuk bayi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Rahmad Raden menjelaskan sebelumnya para penerima bantuan ini juga sudah dilakukan verifikasi faktual oleh tim BMA yang didampingi BMK Aceh Jaya, Bappeda Aceh Jaya, UNICEF dan bidan Puskesmas. Adapun sasaran dari program tersebut adalah ibu hamil dari keluarga miskin dan bayi di bawah 2 tahun juga dari keluarga miskin.

“Dengan program tersebut diharapkan akan tersedia kebutuhan pangan bergizi bagi ibu hamil dari keluarga miskin. Juga akan terpenuhinya kebutuhan pangan bergizi bagi bayi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun sehingga suatu saat Aceh akan terbebas dari stunting,” pungkas Rahmad Raden.[]