Ramadhan Bulan Bersedekah

Ramadhan Bulan Bersedekah

Oleh Juariah Anzib S.Ag/Guru MIN 11 Aceh Besar

Dalam suatu ceramah di Musala Baitul Mal Aceh yang disiarkan secara online yang sempat saya simak disampaikan oleh Ustaz Husni Suardi S. Pd, Rabu 28 April 2021 di Majelis Ilmiyah Ramadhaniyah. Dengan gaya bahasa yang cukup menarik dan ramah hingga para jamaah dapat menerima materi dengan sangat mudah. Ia mengajak beramal di Bulan Ramadhan dengan cara bersedekah, karena sedekah suatu amalan yang sangat disukai Allah.

Umat muslim dianjurkan membersihkan harta dengan bersedekah karena dalam harta kita terdapat  hak orang lain. Begitulah berawal pembahasan materi yang sangat menarik ini. Ustaz mengatakan, bagi orang yang sudah terbiasa bersedekah maka hal tersebut bukan suatu yang menyulitkan. Akan tetapi bagi orang yang belum pernah bersedekah, hal itu  menjadi sesuatu yang baru dan memberatkan baginya.

Sebelum sampai kepada tingkat terbiasa bersedekah, mungkin ada baiknya harus memaksa diri terlebih dahulu agar menjadi suatu kebiasaan baik. Bulan Ramadhan merupakan bulan pemaksaan beramal. Memaksakan diri melakukan shalat sunat, bersedekah, tilawah dan memaksa untuk bisa berbagi dengan sesama.

Kita perlu mempertanyakan, mengapa di bulan Ramdhan banyak sekali orang yang memberikan takjil? Jawabannya karena bulan Ramadhan bulan beramal. Bahkan orang berlomba-lomba  bersedekah di bulan ini  dengan membagikan berbuka yang berpedoman kepada hadis Rasulullah saw. “Barangsiapa yang menyiapkan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka Allah akan memberikan pahala yang sama dengan orang  berpuasa tanpa mengurangi pahala puasanya.” Cara mendapatkan pahala tersebut dengan berbagi makanan untuk berbuka puasa kepada sesama.

Demikian juga dengan tabung amal. Di bulan Ramadhan, tabung amal biasa lebih banyak dibandingkan bulan biasanya. Karena di bulan ini keinginan dan minat bersedekah luar biasa. Di bulan ini banyak lembaga-lembaga yang membagi-bagikan takjil untuk berbuka dengan berbagai cara. Seperti membagikan takjil di jalan raya kepada setiap orang yang melewatinya.

Memberi sedekah hendaknya dengan makanan-makanan yang berkualitas baik agar mendapatkan kebaikan yang setimpal. Makanan enak dan bergizi tentu disukai orang banyak dan tidak akan terabaikan. Akan tetapi jika makanan yang disediakan tidak berkualitas, maka akan mubazir, terabaikan dan tidak ada yang mengkonsumsinya.  Kalau kita menyediakan seratus potong kue dan dinikmati oleh orang-orang yang beribadah puasa, tarawih dan bertadarus, maka berapa banyak pahala yang didapatkan, sungguh tak terhitung jumlahnya.

Orang kaya Arab, untuk mendapatkan sejumlah orang berbuka puasa dengan persediaan makanannya, mereka  mencarinya dengan menggunakan agen agar mudah mendapatkannya. Begitu antusiasnya mereka ingin mendapatkan kebaikan di bulan Ramadhan.   Karena mereka mengetahui betapa beruntungnya menyediakan berbuka untuk orang yang berpuasa. 

Bersedekah tidak bisa menjadi suatu patokan, karena siapapun bisa bersedekah. Tidak harus orang kaya saja, orang miskin pun bisa. Belum tentu orang kaya mau bersedekah, meskipun  pada konsepnya tergantung kepada niat dan ketulusan. Ada orang yang mampu dan mau bersedekah, ada yang mampu tetapi tidak mau, dan ada orang yang mau tetapi tidak mampu bersedekah. Semua tergantung pada diri sendiri.

Seharusnya kita  mengetahui bahwa sedekah nanti akan menghidupkan kita dari kematian. Untuk itu, paksakan diri dan pastikan disetiap langkah kita selalu tersedia persiapan bersedekah disetiap ada kesempatan walau  hanya sedikit. Sedekah tidak ada hubungan dengan kekayaan, karena terkadang orang kaya tetapi pelit dan tidak mau berbagi. Andaikan  banyak orang kaya yang mau bersedekah, maka tidak akan ada yang namanya kemiskinan di muka bumi. Demikian juga dengan berzakat. Andaikan banyak orang kaya yang mau berzakat dengan semestinya, maka tidak akan ada lagi orang-orang yang menerima zakat.

Pada dasarnya konsep rezeki ada dua, yaitu rezeki orang lain yang dititipkan kepada kita, dan rezeki kita yang dititipkan kepada orang lain. Jika kita berpegang kepada konsep rezeki orang yang dititipkan kepada kita, maka salah satu bentuk pengamalan yang kita lakukan adalah kalau ada orang yang meminta pinjaman dengan jumlah yang wajar, biasakan mengikhlaskan dengan tidak meminta  pengembalian darinya. Melafalkan kepadanya bahwa itu bukanlah  pinjaman, tetapi pemberian yang tulus. 

Orang yang suka bersedekah akan selalu mendapatkan doa dari orang yang di sedekahinya. Ketulusan doa akan diijabah oleh Allah dengan dibukakan pintu langit dan doanya mudah terkabul. Orang yang sering bersedekah diselamatkan dari mara bahaya dan dilimpahkan kemudahan rezeki dari Allah berkat doa orang lain.

Jangan sering menyakiti dan menyinggung orang lain, bisa saja doanya mudah dikabulkan. Berhati-hatilah terhadap doa orang yang tersakiti dan terdhalimi. Bagi orang yang memahami makna sedekah, maka dia akan selalu berkonsep bahwa rezeki orang lain dititipkan kepadanya, bukan rezeki kita dititipkan kepada orang lain. Hingga ia tidak pernah meminta-minta kepada orang lain, tetapi selalu berusaha untuk memberi. Karena tangan diatas lebih mulia dari tangan di bawah.

Memberi sedekah hendaknya dengan barang yang bagus dan bermanfaat. Tidak memberikan sesuatu yang sudah tidak terpakai bahkan terbuang. Seperti memberikan pakaian bekas, berikan yang layak pakai. Ketika pakaian tersebut dipakai ditempat kebaikan, digunakan untuk shalat,  ke pengajian dan lainnya, maka kita ikut mendapatkan pahala kebaikan sebagaiman ia mendapatkannya.

Ramadhan adalah bulan bersedekah. Jangan sampai kita tertinggal dengan sedekah-sedekah kita. Jangan sampai ketika dicatat kita menyesal dengan keluhan andai kata yang baru, andai kata yang lebih banyak, andai kata yang lebih bagus. Maka timbullah penyesalan itu setelah kita meninggal. Berbagi sedekah di bulan Ramadhan tidak harus uang, kita bisa berbagi makanan dengan tetangga di sekeliling. Siapapun yang merasakan nikmat dengan sedekah kita, dan ia bertambah kusyuk ibadahnya, maka sebesar itu pula pahala yang kita dapatkan.

Mari meningkatkan  sedekah di bulan yang mulia ini, jangan pernah mengatakan susah, kalau ada kemauan pasti akan mudah, kalau ada tekat pasti akan ringan. Jangan sibukkan diri dengan waktu luang, tetapi luangkan waktu untuk sibuk beribadah dan beramal shalih. Semoga kita menjadi  orang-orang yang bersyukur, dengan salah satu caranya  bersedekah.[]