FGD Wakaf Produktif

FGD Wakaf Produktif

Baitul Mal Aceh berkerjasama dengan Lembaga Pendidikan Bismillah Baraqah Aceh menggelar Forum Group Discussion (FGD) Wakaf Produktif. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (01/11/2016) tersebut menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Narasumber pertama yaitu Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof Dr H Tgk Muslim Ibrahim, MA memberi materi seputar hukum, tatalaksana dan pemberdayaan wakaf dalam Islam. Pemateri kedua dihadiri langsung Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa, MA dengan tema, pemberdayaan wakaf dan peran Baitul Mal itu sendiri.

“Sedangkan yang terakhir dari Kanwil Kementrian Agama Aceh yang diwakili Kasi Bidang Perjalanan Haji, Mukhzi Abdullah, S. Ag menjelaskan tentang peran Kementrian Agama dalam melindungi harta wakaf di Aceh,”kata ketua panitia, Nurjannah Usman.

Prof Muslim dalam penjelasannya mengatakan bahwa harta yang baik diwakafkan yaitu harta yang tetap dan bermanfaat, artinya ketika digunakan tidak akan habis dan berkelanjutan. Begitu juga dengan harta wakaf itu sendiri harus diproduktif, sebab sekecil apapun harta wakaf itu yang dapat membawakan hasil.

Sementara Kepala Baitul Mal Aceh, Armiadi Musa MA mengatakan pihak Baitul Mal siap membantu dana sertifikasi tanah wakaf jika masih ada di daerah-daerah yang belum bersertifikat. Namun harus melalui mekanisma permohonan dan pengusulan dari kementrian agama setempat.

“Kalau dulu banyak tanah wakaf tak ada surat, alasannya terkendala pada dana, kini Baitul Mal siap menfasilitasi dana untuk sertifikasi tanah tersebut,”katanya.

Sedangkan Kasi Bidang Perjalanan Haji, Mukhzi Abdullah, S. Ag menyebutkan, saat ini di kementrian agama provinsi Aceh tercatar lebih dari 14 ribu lokasi tanah wakaf, namun dari jumlah tersebut belum semuanya tersertifikasi.

“Ada yang masih bersengketa, ada yang masih belum diajukan, karena banyak permasalahan di daerah-daerah.”tutupnya.[]