Ini Empat Hikmah Ramadhan

Ini Empat Hikmah Ramadhan

Resume Kajian Ramadhan Baitul Mal Aceh yang disampikan Dr Abiza M Yati, Lc

Tidak ada nikmat Allah yang patut disyukuri selain bertemu dengan bulan Ramadhan. Yang mendapatkan Ramadahan merupakan orang-orang pilihan. Bila pada Ramadhan dulu kita masih bisa bersama kawan tersebut, tapi kini mungkin dia telah pergi.

Para sahabat Nabi menangis ketika di penghujung Ramadhan karena mereka sedih akan berpisah dengan bulan yang penuh agung. Maka patut kita bersyukur karena masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Ketika Ramadhan tiba, setidaknya Ada empat hikmah Ramadhan yang perlu kita pahami.

1. Bulan Penyeleksian
Berpuasa adalah ujian besar, karena bagi yang puasa mendapatkan ujian kesulitan disana. Kita meninggalkan makananan enak dan kenikmatan-kenikmatan lainnya. Dengan puasa Allah menyeleksi kita, mampukah kita berpuasa dari terbit fajat hingga tergelincir matahari.

Allah katakan dalam Qur’an bahwa setiap manusia yang beriman akan diuji keimanannya. Para sahabat yang lulus seleksi mereka sudah dijamin oleh Allah. Ketika berperang ada kesulitan air, sampai wafat mereka pertahankan lapar. Allah ridha kepada mereka dan mereka juga ridha kepada Allah, karena mampu mengorbakan jiwanya kepada Allah.

Di negara-negara tertentu ada puasa selama 22 jam, ada lagi tempat yang panas seperti di Sudan dan negara Timur Tengah. Ini sebuah ujian keimanan, beda dengan kita di Indonesia yang tropis.

Ramadhan bulan qiyamul lail. Mampukah kita bertahan dengan shalat malam. Ketika tarawih, biasanya Nabi baca ayat jumlahnya hingga 200 ke atas. Sahabat di bawah itu. Beda dengan kita mencari ayat yang pendek. Sebenarnya shalat tarawih ini kita mencari yang panjang. Orang-orang yang mampu inilah yang lulus seleksi. Kata Rasul, siapa yang mampu puasa dan tarawih dengan iklas akan Allah ampunkan dosanya.

2. Bulan Perlombaan
Rasul adalah manusia yang paling dermawan, ketika puasa kedermawanannya semakin tinggi. Pada masa Rasul pernah terjadi perang, Rasul ceramah untuk penggalangan dana. Usman r.a tunjuk tangan akan sumbang 100 ekor unta.

Sampe ketiga kali Usman usman sumbang 300 ekor unta lengkap peralatan perang. Itulah mereka berlomba dalam berinfaq. Belum dinamakan baik ketika belum disumbangkan apa yang paling dicintainya. Mungkin selama ini yang selama ini menghambat rezeki kita karena ketika berinfaq masih berfikir. Imam Syafiie dalam bulan Ramadhan khatam Qur’an 60 kali. Beda dengan kita sudah banyak habis waktu buka smartphone.

3. Bulan Perjuangan
Karena bulan ini bulan dimana Alllah printahkan untuk berjihad pada masa Rasul. Padahal ummat Islam saat itu masih minim, namun para sahabat tetap menjalankannya, jadi jangan kita anggap bulan Ramadhan bermalas-malasan atau tidur.

4. Bulan Membentuk Kepribadian Diri
Allah minta kita menahanan nafsu, Allah suruh latih mulut, jangan sampai masuk ke mulut harta haram. Akan datang suatu masa manusia tidak menghiraukan lagi dari mana sumber rezki, halal atau haramkan. Nabi adam, sekali saja makan haram, Allah usirkan dia dari surga. Mulut ini ucap ucapkan kata kotor, maka Ramadhan jadikan bulan tidak berupat, kalau ada yang mengajak kita berupat, maka bilang saya sedang puasa. Maka orang yang puasa adalah orang yang jaga mulutnya.

Kemudian jaga kemaluan, padahal istri kita halal, tapi Allah minta kita untuk menahannya di bulan Ramadhan di siang hari. Kalau yang halal saja bisa kita tinggalkan apalagi yang haram.

Maka jadikan Ramadhan sebagai bulan taubah, apalagi syeitan diikat. Namun ada juga yang buat keburukan, jadi pertanyaan setan mana yang bermain? Musuh diikat malah kita tak mampu meningkatkan amal shalih kita. Inilah syahwat dan hawa nafsu kita. []