Program Unggulan Baitul Mal Aceh yang Menyejahterakan

Program Unggulan Baitul Mal Aceh yang Menyejahterakan

Dalam pemberdayaan zakat, Baitul Mal Aceh terus melakukan terobosan demi terobosa dalam upaya pengentasan kemiskinan di Aceh. Salah satu terobosan yang dilakukan di bidang ekonomi adalah dengan program sektor produktif yaitu pemberian pinjaman modal usaha tanpa bunga (Qadlul Hasan) kepada ribuan fakir miskin di Aceh.

“Alhamdulillah program yang dilaksanakan ini berjalan dengan baik dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup penerima manfaat,” kata Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh T Sulaiman.

Ia menyebutkan hingga saat ini ada sebanyak 1.583 mustahik yang dibina oleh baitul Mal Aceh dengan penerima manfaat tersebut merupakan pelaku usaha kecil yang sudah terilit utang dengan rentenir.

Kemudian, bantuan alat kerja untuk sektor pertanian, perdagangan, nelayan, dan industri rumah tangga dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada sektor yang ikut berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya dengan pemberian alat kerja tersebut akan mempermudah para mustahik dalam berkerja dan mengoptimalkan usaha serta kegiatannya sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan biaya hidup keluarga sehari-hari.

Untuk bidang pendidikan, Baitul Mal Aceh memprogramkan bantuan beasiswa dan bantuan pendidikan kepada siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang ada di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

Ada pun beberapa program beasiswa yang diberikan BMA tersebut antara lain beasiswa penuh tahfidh Al Qur’an untuk anak miskin, beasiswa berkelanjutan tahfidh Al Qur’an bagi mahasiswa, beasiswa penuh kewirausahaan untuk anak miskin, pelatihan life skill (pelatihan babysitter dan anak berkebutuhan khusus, ketrampilan komputer, desain grafis dan ketrampilan berkarakter bagi remaja dari keluarga miskin dan beasiswa penuh anak muallaf yang berada di daerah rawan aqidah.

Lembaga pengelola ZIS tersebut juga terus berinovasi dalam pengembangan programnya yakni sejak tahun 2016, Baitul Mal Aceh membuat program baru yang sebut Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Pada tahun 2016 Baitul Mal Aceh baru mampu memberikan kepada 96 mahasiswa, dengan rincian untuk UIN  dan Unsyiah masing-masing 48 mahasiswa.

Ia mengatakan beasiswa tersebut merupakan program baru Baitul Mal Aceh tahun 2016 sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Aceh dan menurunkan angka putus sekolah.“Jika program ini sukses maka Baitul Mal akan terus meningkatkan jumlah penerimanya,” katanya.

Ia menyebutkan untuk program  tahun pertama Baitul Mal Aceh menganggarkan dana sebesar Rp1,2 milyar. Besaran nominal yang akan diperolah setiap mahasiswa berdasarkan kebutuhan dan standar kedua universitas negeri tersebut yang meliputi biaya SPP, uang jajan dan biaya untuk tempat tinggal.

Menurut dia dana yang diplotkan untuk program tersebut bersumber dari zakat dan calon penerima beasiswa tersebut berasal dari keluarga miskin.

“Calon penerima manfaat tersebut dilakukan verifikasi oleh tim di BMA dan sudah menjadi tanggungjawab kami untuk melakukan verifikasi dan kelayakan terhadap calon penerima sehingga program yang dgulirkan ini tepat sasaran,” katanya.

Ia mengatakan dengan adanya program beasiswa tersebut dapat bermanfaat dan para lulusan menjadi sarjana pelopor pemberdayaan masyarakat dan duta zakat, sehingga semakin banyak muzakki yang menyetor zakat ke Baitul Mal.

Kemudian untuk sektor sosial, salah satu program BMA adalah bantuan fakir uzur sebanyak 2.000 mustahik di mana setiap mustahik mendapat santunan Rp400 ribu setiap bulan seumur hidup.

“Bantuan ini diberikan mengingat banyak orang tua yang tidak produktif lagi atau ada yang sakit-sakitan sehingga teringankan beban mereka dengan adanya bantuan dari program yang digulirkan oleh BMA ini,” katanya.

Program lainnya dari program tersebut adalah program sunatan untuk anak dari keluarga miskin, bantuan untuk perempuan dan anak korban kekerasan dari keluarga miskin, bantuan untuk keluarga narapidana dan keluarga penderita gangguan jiwa.

Penerimaan Zis Baitul Mal 2016 Rp 237 Milyar

Penerimaan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal kabupaten/kota se-Aceh pada tahun 2016 sebesar Rp 237 milyar atau naik dari tahun 2015 Rp220 milyar.

“Alhamdulillah, ini patut kita syukuri peran Baitul Mal selama ini semakin nyata sehingga kepercayaan masyarakat pun semakin meningkat,” katanya Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh T Sulaiman.

Ia menjelaskan penerimaan zakat di lembaga tersebut dari tahun ke tahun meningkat menyusul tingginya kesadaran masyarakat dalam menunaikan rukun Islam keempat tersebut.

Menurut Sulaiman, peningkatan penerimaan zakat pada 2016 juga tidak terlepas dari peran sosialisasi amil Baitul Mal ke instansi-instansi vertikal, swasta, organisasi dan kepada perorangan dan keterbukaan Baitul Mal dalam pengelolaan serta penyaluran zakat menambah perhatian para muzakki.

Selain itu, layanan pembayaran zakat juga sudah bisa dilakukan melalui ATM Bank Aceh, sehingga masyarakat dengan mudah melakukan transaksi tanpa harus ke kantor Baitul Mal untuk menyetor zakatnya.[]