Baitul Mal Aceh Kembalikan Zakat ke UPZ Rp2 Miliar

Baitul Mal Aceh Kembalikan Zakat ke UPZ Rp2 Miliar

BANDA ACEH – Baitul Mal Aceh mengembalikan zakat Rp2 miliar kepada Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) untuk 29 instansi yang rutin membayar zakat ke Baitul Mal. Zakat yang dikembalikan ini nantinya dibagikan kepada mustahik yang ada di lingkungan instansi bersangkutan.

Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 38 tahun 2016 Perubahan kedua atas Pergub Nomor 60 tahun 2008 tentang Mekanisme Pengelolaan Zakat dan SK Dewan Pertimbangan Syariah (DPS) Baitul Mal Aceh bahwa setiap instansi yang menyetor zakat ke Baitul Mal akan dikembalikan sebanyak 15 persen dari dana yang disetor untuk dikelola sendiri dan dibagikan kepada musatahik di sekitarnya.

Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Zamzami Abdulrani S Sos dalam arahannya kepada Ketua dan Bendahara UPZ-UPZ di Aula Baitul Mal Aceh, Rabu (18/10), menjelaskan dari 29 instansi tersebut, 5 di antaranya instansi vetikal. Dana yang dikembalikan kepada UPZ pada instansi yang bersangkutan untuk dibagikan kepada mustahik yang bekerja atau yang ada di sekeliling instansi tersebut.

“Ini sudah menjadi kebiasaan kita, pengembalian ini adalah sebuah kebijakan dan permintaan muzakki agar mustahik di lingkungan zakat itu dipungut dapat tersantuni juga,” kata Zamzami, Rabu (18/10).

zamzami menambahkan, dana pengembalian ini yang nantinya dikelola UPZ haruslah disalurkan tepat sasaran kepada mustahik. Artinya mustahik yang menerimanya harus sesuai dengan kiriteria yang ditetapkan oleh syar’i. Jika dana zakat ini tidak tepat sasaran maka pengelola tersebut yang akan bertanggung jawab.

Penyalurkan dana tersebut boleh dalam bentuk apapun, sebagai contoh dinas pendidikan misalnya, boleh dalam bentuk beasiswa atau bantuan pendidikan lainnya. Artinya tidak mesti diberikan dalam bentuk uang cash kepada mustahik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengumpulan Baitul Mal Aceh Jusma Eri MH meminta kepada UPZ nanti agar memberikan daftar penerima zakat yang akan disalurkan UPZ masing-masing untuk kebutuhan administrasi, sehingga Baitul Mal Aceh dapat mempertanggung jawab keuangannya.

“Kita tidak hanya pertanggungjawaban keuangan kepada negara juga kepada Allah Swt. Kita berharap selalu menjadi amil yang amanah dalam pengelolaan zakat ini.”tutupnya. []