Komitmen Baitul Mal Aceh untuk Pemberdayaan Umat

Komitmen Baitul Mal Aceh untuk Pemberdayaan Umat

BANDA ACEH– Sejak tahun 2006 Baitul Mal Aceh sudah merintis program pemberdayaan umat berbasis ekonomi produktif. Tidak kurang dari 1.500 mustahik pelaku usaha mikro telah mendapat bantuan modal usaha bergulir.

Program pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dan kemandirian mustahik dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang layak. Karena salah satu tujuan filantropi Islam adalah menghilangkan kesenjangan dan mewujudkan kesetaraan hidup tanpa ada perbedaan status sosial.

Program pemberdayaan berbasis ekonomi produktif dinilai sebagai cara yang paling efektif untuk mewujudkan harapan itu. Baitul Mal Aceh terus berkomitmen melakukan pemberdayaan kepada mustahik. Inovasi program pemberdayaan meliputi bantuan modal usaha, peralatan kerja baik berbasis individu maupun kelompok dan gampong.

Selama 3 tahun terakhir sudah 32 gampong di bina Baitul MalAceh menuju gampong produktif berbasis kearifan lokal. Gampong binaan Baitul Mal Aceh diarahkan untuk memiliki branding “one village one product” sebagai sumber pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tahun 2017 sebanyak 491 mustahik telah menerima bantuan modal usaha bergulir dengan total dana Rp. 3,2 miliar dan 48 mustahik menerima bantuan alat kerja dengan total dana Rp. 150 juta yang disalurkan untuk pelaku usaha mikro yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar. Sedangkan program kolektif sebanyak 10 Gampong untuk pemberdayaan ekonomi dengan total dana 500 juta yang disalurkan di wilayah Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Jaya dan Aceh Barat.

Berbagai macam usaha kecil masyarakat terus berkembang di bawah program pemberdayaan dari Baitul Mal Aceh. Produk yang dihasilkan juga sangat bervariasi diantaranya bahan pangan, makanan ringan, kue tradisonal, hasil pertanian, kerajinan tangan dan peternakan dengan omset usaha yang terus meningkat setiap tahun. tahun 2017 ini 86 orang mustahik binaan Baitul Mal Aceh telah bertransformasi menjadi muzakki. Artinya mereka yang dulunya berstatus mustahik (penerima zakat) dan kini telah tumbuh menjadi muzakki (pembayar zakat)(*).