Data Makmur, Gampong Binaan BMA yang Mengembangkan Tanaman Nilam

Data Makmur, Gampong Binaan BMA yang Mengembangkan Tanaman Nilam

Rabu 18 Februari 2018 cuaca sangat cerah, amil Baitu Mal Aceh (BMA) yang terdiri atas; Rizky Aulia, Putra Misbah, Bobby Novrizan, dan Hayatullah Zubaidi sedang bersiap-siap untuk kelapangan mengunakan kendaraan roda empat menuju Blang Bintang guna meninjau usaha yang dijalankan mustahiq binaan Baitul Mal Aceh.

Tujuan kami kali ini adalah gampong Data Makmur kecamatan Blang Bintang kabupaten Aceh Besar. Untuk mencapai kelolasi kami harus menempuh jarak 16 km melalui kampus Darussalam dan pasar Tungkop. Namun sesampai kami di pasar Lam Ateuk cuaca mulai berubah, Allah memberikan Rahmatnya dengan menurunkan hujan sangat deras keatas permukaan bumi. Walupun dengan kondisi hujan yang sangat deras kami bertekat untuk terus melanjutkan perjalanan, karena hari itu kami sudah ditunggu oleh masyarakat pada tiga titik lokasi yang dijadikan sebagai tempat budidaya tanaman nilam.

Dari ujung telepon genggam, terdengar percakapakan putra misbah dengan Tgk Bahagia yang merupakan ketua kelompok budidaya tanaman nilam binaan BMA. Dari permbiacaraan tersebut terkomfirmasi bahwa Tgk Bahagia sudah menunggu kedatangan kami di lokasi penanaman nilam.

Setelah menempuh perjalan sekitar 30 menit mengunakan mobil yang disupiri oleh bapak Boby Novrizan, sampailah kami kelokasi yang ditujuan. Terlihat Tgk Bahgia dengan dua orang anggota kelompok lainnya sedang berteduh di bawah sebuah balee (balai tua) menyambut kedatangan kami. Kami menghampirinya dengan pakaian sedikit basah ketika turun dari mobil menuju balai yang jarak sekitar 40 meter dari jalan tempat kami memarkirkan mobil. Kami pun ikut berteduh di balee tersebut sembari menunggu hujan reda.

Tapiyoh dilee dang dang pirang ujeun, watei kapirang baro tajak takalen lokasi bibit dan bak nilam yang ka ta tanom (Kita berteduh dulu sambil menunggu hujan reda, baru kita jalan, nanti kita datang langsung ke lokasinya untuk melihat bibit dan beberapa batang yang sudah ditanam),” sapa Tgk Bahagia mengawali pembicaraan kami.

IMG_0113

Pembicaranpun  berlajut ke hal hal yang lain. Putra Misbah selaku ketua Unit ZIS Produktif dan pak Rizky selaku Kabid. Sosialisasi dan Pengembangan menanyakan banyak hal menyakut perkembangan usaha yang dilakukan oleh Tgk Bahagia dan kawan kawan.

“Kiban kana perkembangan usaha, peu na ditimoh bak  nilam yang ka neupula,  dan awak ARC na tem dijak yang dampingi?“kiban manteng semangat ureung droeneuh menjakankan usaha nyoe?” itulah diantara pertanyaan-pertanyan yang disampaikan Pak Putra dn Rizky kepada tgk bahagia diatas balee di pinggiran sawah yang barusan dipanen.

Tgk Bahagia bersama beberapa anggota kelompok menjawab semua pertanyaan dengan penuh keyakinan yang kuat. Di sudut lainya, Hayatullah Sibuk dengan kamera Canonnya sedang asyik mengabadikan momen-moment tersebut.

Setelah berdiskusi sekitar 15 menit di atas balee tersebut, hujanpun mulai reda. Kami dengan ditemanai Tgk Bahagia menuju ke beberapa lokasi penaman nilam. Lokasi-lokasi tersebut merupakan milik masing-masing anggota kelompok. Kelompok yang terdiri dari tujuh orang anggota tersebut telah melakukan usaha budidaya nilam sejak empat bulan yang lalu. Usaha yang dijalankan merupakan bantuan dari Baitul Mal Aceh melalui progran Bantuan Masyarakat Miskin melalui Baitul Mal Gampong (Gampong Produktif) tahun 2017.

Di salah satu lokasi anggota kelompok terlihat ratus batang nilam yang sudah ditanam di atas lahan. Di samping itu juga masih tersedia beberapa ratus batang lagi yang masih di dalam polybag yang siap untuk ditanami dalam beberapa hari ke depan di atas lahan sebesar 2500 meter persegi yang sudah disiapkan.

Kelompok budi daya nilam di Gampong Data Makmur ini mendapat bantuan dari Baitul Mal Aceh melalui Baitul Mal Gampong (BMG) sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta). Dana tersebut digunakan untuk pemberdayaan ekonomi petani yang ada disana. Gampong ini menjadi pilot project penanaman nilam di Aceh Besar. Untuk budi daya nilam ini pihak Baitul Mal Aceh bekerja sama dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala sebagai pendamping. ARC selama ini telah aktif mendapingi petani nilam yang ada di Aceh.

IMG_0054

Untuk kelompok petani nilam di gampong Data Makmur, Setiap anggota kelompok diberikan bibit nilam sebanyak 750 bibit nilam untuk ditanami di atas lahan setengah hektar. Apabila berkembang secara baik tanaman nilam ini dapat dipanen selama delapan bulan . Untuk tanaman nilam ini, ARC menyarankan untuk tidak diberikan pupuk kimia, namun untuk keseburan tanaman mereka menyarankan kepada petania gara menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang saja agar zat pengikatnya (fiksatiave)-nya lebih kuat. Budidaya tanaman nilam didesa ini akan menjadi desa binaan serta pilot project pemberdayaan ekonomi masyarakat di Aceh Besar.

Baitul Mal Aceh sejak tahun 2012 telah  menganggarkan dana milyaran rupiah untuk permberdayaan ekonomi masyarakat melalui BMG. Tahun 2016 BMA membantu 20 desa, setiap desa diberikan dana sebesar 30 juta. Sedangkan pada tahun 2017 hanya diberikan untuk 10 desa, namun dananya ditambah menjadi 50 juta rupiah per gampong. Sampai dengan tahun 2017 Baitul Mal Aceh telah membantu 74 gampong dalam progarm Bantuan Modal Usaha Untuk Masyarakat Miskin Melalui Baitul Mal Gampong. Program ini dibuat untuk pemberdayaan fakir miskin yang memiliki potensi namun tidak memiliki modal. Lebih diutamakan lagi desa yang memiliki ciri khas produk yang bisa dikembang untuk dijadikan unit usaha milik desa.

Setelah shalat zhurur bersama di Meunasah gampong Data Makmur kamipun rehat sejenak dikedai kopi dekat sebuah dayah yang ada di gampong tersebut, dengan ditemani “ie limon”, Pop Mie serta makanan ringan lainnya diskusi tentang usaha tanaman nilampun berlanjut. Setelah 30 menit kami rehat, kamipun meminta izi kepada tgk Bahagia dan kawan2 untuk pamit kembali ke kantor guna menjalankan tugas-tugas lainnya.[]

IMG_0075