Budi Daya Jahe Binaan BMA Membuahkan Hasil

Budi Daya Jahe Binaan BMA Membuahkan Hasil

Usai meninjau budi daya nilam di gampong Data Makmur, kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, pada hari yang sama, Rabu 18 Februari 2018, kami bergegas menuju tempat mustahik binaan Baitul Mal Aceh (BMA) lainnya. Dalam keadaan yang masih gerimis pascahujan, mobil kami melaju kencang. Melewati jalan berliku-liku dengan suguhan pemandangan persawahan Blang Bintang yang membentang sejauh mata memandang.

Rasa haru dan bahagia serta canda tawa mewarnai perjalanan. Kami bahagia melihat binar-binar harapan dari wajah-wajah mustahik yang kami bantu. Seakan mereka telah menanti lama uluran tangan pemerintah dalam membantu perekonomian petani.

Dari gampong Data Makmur, menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk tiba di tujuan selanjutnya. Usai salat Zuhur, kami tiba di gampong Lam U, kecamatan Ingin Jaya sekitar pukul 15.00 WIB. Adnan, ketua kelompok budi daya jahe sudah menunggu kami dekat masjid Lam U.

IMG_0148

“Lokasinya tidak jauh dari sini, bisa bawa masuk mobil,” kata Adnan kepada amil Baitul Mal Aceh yang baru saja tiba.

Laki-laki yang menggunakan kaus meran bergaris putih berkrah dan celana kain warna hitam itu, tersenyum menyambut kedatangan amil BMA. Ia tak sungkan memperlihat lokasi penanaman jahe yang dikelola Baitul Mal Gampong (BMG) setempat.

Di atas tanah berukuran 800 meter persegi tersebut, Adnan bersama 10 warga lainnya menanam jahe kuning/jahe emprit di beberapa petak. Ketika kami tiba, tanaman jahe sudah tidak lagi berdaun, namun batangnya tidak mati dan buahnya masih utuh di dalam tanah.

IMG_0138

“Beberapa hari lalu didatangi hama babi, makanya semua daunya kami potong dan kami buang, sedang buahnya masih sangat bagus di dalam tanah,” jelas Adnan sambil menggali beberapa batang jahe untuk diperlihatkan kepada kami.

Usia jahe yang telah ditanam tersebut sudah beru 9 bulan. Artinya sudah memasuki masa panen. Masa pemanenan jahe kuning antara usia 9-12 bulan. Jika lebih dari itu kualitasnya sudah kurang bagus untuk dijual.

Adnan mengakui sudah pernah memanenkan sekali satu petak dengan hasil yang memuaskan sebanyak 100 kg. Panen pertama tersebut dijual ke Pasar Lambaro, Aceh Besar.

IMG_0145

Jika dipanenkan semuanya, perkiraan Adnan mencapai 1.000 kg. Jahe tersebut yang dijual tidak boleh dicuci. Pedagang menginginkan masih berlumuran tanah, agar lebih tahan lama. Jika sudah dicuci akan cepat membusuk.

Gampong Lam U merupakan salah satu desa binaan BMA sejak tahun 2016. Untuk gampong ini Baitul Mal Aceh memberikan bantuan modal usaha produktif sebesar Rp30 juta melalui BMG untuk pemberdayaan masyarakat miskin.

Sistem pengelolaan budi daya jahe BMG gampong Lam U berbentuk kelompok. Mereka bersama-sama menanam dan merawat tanaman jahe hingga panen. “Kemarin pada penen pertama dengan harga Rp10 ribu per kilo gram,” katanya.

IMG_0123

Adnan mewakili semua anggota kelompok berterima kasih kepada Baitul Mal Aceh yang telah membantu perekonomian warga setempat. Dari hasil panen tersebut ia berharap ke depan bisa meningkatkan luas lahan penanaman. Sehingga hasilnya menjadi meningkat dan penerima manfaat juga lebih banyak lagi.[]