BAZNAS Melaksanakan Rakornas Zakat 2019

BAZNAS Melaksanakan Rakornas Zakat 2019

Rapat Koordinasi Nasional Zakat (Rakornas Zakat) pada tahun 2019 ini dilaksanakan di Kota Solo. Rakornas Zakat berlangsung selama tiga hari pada tanggal 4-6 Maret 2019, diikuti sekitar 650 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri BAZNAS pusat, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota, serta LAZ nasional dan daerah. Dalam hal ini BAZNAS Provinsi Aceh mengutus Bapak Drs, Mahdi Ahmadi, MM selaku Kepala Baitul Mal Provinsi Aceh. Selain itu juga ada beberapa utusan dari Baitul Mal Kabupaten/Kota di Aceh.

Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Rapat Koordinasi Nasional Zakat tersebut. Pada acara tersebut, beliau mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat melalui peningkatan kepercayaan publik.

Peningkatan kepercayaan publik ini menjadi faktor penting untuk meningkatkan pengelolaan zakat di Indonesia. “Yang sangat penting untuk meningkatkan pengelolaan zakat ialah bahwa bagaimana kalau saya bayar zakat akan diberikan kepada delapan asnaf zakat, seperti fakir miskin,” katanya.

Alhamdulillah, Rakornas Zakat 2019 berlangsung lancar dan sukses hingga melahirkan 22 resolusi. Para peserta Rapat Kerja Nasional Zakat 2019 berkomitmen sungguh-sungguh menjalankan tugas pengelolaan zakat dengan melaksanakan resolusi tersebut demi menyukseskan pembangunan, terutama pengentasan kemiskinan.

Ada beberapa hal yang diputuskan rakornas, antara lain,BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, dan lembaga amil zakat (LAZ), baik secara kelembagaan maupun individu wajib menjaga netralitas: tidak berafiliasi dengan partai politik dan tidak mengikuti kegiatan-kegiatan politik praktis (resolusi 4).

Resolusi lima, BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, dan LAZ meningkatkan kinerja pengumpulan zakat nasional untuk mencapai target nasional tahun 2019 sebesar Rp 9 triliun.

Resolusi keenam, BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota, dan LAZ secara terkoordinasi meningkatkan kampanye dan sosialisasi perzakatan nasional: BAZNAS secara rutin melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat melalui TVRI dan media lainnya, BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota berkoordinasi dengan jajaran pemda dan tokoh masyarakat; LAZ berkoordinasi dengan tokoh masyarakat; dan efektivitas kampanye dan sosialisasi akan diukur melalui Indeks Literasi Zakat tersendiri.

Resolusi ketujuh, BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota dan LAZ menggunakan sarana digital dalam pengelolaan zakat. Diukur dengan: persentase pengumpulan zakat melalui digital minimal 15%; dan penggunaan Mustahik Data Center dalam pendistribusian zakat.

Resolusi kedelapan, BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota dan LAZ menargetkan jumlah muzaki perorangan nasional tahun 2019 sebanyak 5 juta orang dan muzaki badan sebanyak 3.500 badan.

Resolusi kesembilan, BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota dan LAZ melaporkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat sesuai dengan Pedoman Teknis Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Bappenas tahun 2019.

Resolusi kesepuluh, BAZNAS, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota dan LAZ menargetkan rasio pendistribusian terhadap pengumpulan zakat masing-masing minimal 85%.

Sementara itu, Sekretaris BAZNAS yang juga Ketua Umum Panitia Rakornas Zakat 2019, Drs. H. Jaja Jaelani, MM, menyampikan terima kasih dan mengapresiasi kerja keras panitia dan para anggota, direksi dan amil-amilat BAZNAS atas kesuksesan perhelatan akbar dan urgen ini.

“Alhamdulillah, Rakornas Zakat 2019 berlangsung lancar dan sukses. Kami menyampaikan terima kasih pada semua pihak, sehingga rakernas ini semakin memacu dan memicu kebangkitan zakat nasional,” tandas Jaja.