Kisah Sukses 'Garam Santri' Dayah Bustanul Ihsan

  • Share this:
post-title

Meureudu, baitulmal.acehprov.go.id - Tim Peliputan Baitul Mal Aceh, yang terdiri dari Chairai Yarah (ketua), T. Muda Rahmatsyah, Muhammad Ikhsan, dan M. Naufal Fidaputra, hari ini (10/6) mengunjungi Dayah Bustanul Ihsan di Gampong Meunasah Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Dayah ini menampung sekitar 250 santri dari berbagai desa di Pidie Jaya.

Dayah Bustanul Ihsan sebelumnya telah memiliki program budidaya garam yang dikenal dengan "Garam Santri". Pada tahun 2023, dayah ini mendapatkan bantuan Rp 80 juta dari Baitul Mal Aceh melalui program bantuan kelompok dayah. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha garam dayah, sekaligus menjadikannya sebagai sektor tambahan penghasil garam di Kabupaten Pidie Jaya.

Tim Peliputan Baitul Mal Aceh didampingi oleh Tgk. Muhammad Ali (pimpinan dayah) dan Tgk. Muhajir (koordinator dayah) yang menjadi narasumber. Tgk. Muhajir menyampaikan tentang kesuksesan dayah dalam mengelola usaha garam "Garam Santri".

Setelah mengunjungi dayah, tim Baitul Mal Aceh kemudian menuju ke lokasi pusat usaha garam yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Dayah Bustanul Ihsan. Di lokasi ini, terdapat 10 "Tunel" (terowongan penghasil garam) yang dibantu oleh Baitul Mal Aceh. Tunel ini menggunakan metode Geo Membran (lembar plastik tahan cairan) dengan atap plastik ultra violet, lantai plastik HDPE, dan rangka bambu. Metode Geo Membran ini dianggap lebih mudah, efektif, dan efisien dalam produksi garam, serta tahan terhadap faktor cuaca.

Hasil panen pertama pada bulan Mei 2024 mencapai 4.500 kg. Sebagian keuntungannya digunakan untuk membantu pengelolaan dayah, guru, dan santri kurang mampu.

Tim Baitul Mal Aceh juga bertemu dengan Muhammad Yani, Keusyik Gampong Lancang Paru. Beliau memberikan apresiasi kepada Baitul Mal Aceh atas bantuan yang diberikan untuk mendukung pengelolaan budidaya garam Geo Membran di Dayah Bustanul Ihsan.

Manfaat Program Bantuan Kelompok Dayah:

 * Meningkatkan dan mengembangkan usaha garam dayah.

 * Menjadikan dayah sebagai sektor tambahan penghasil garam di daerah.

 * Membantu pengelolaan dayah, guru, dan santri kurang mampu.

Metode Geo Membran:

 * Lebih mudah, efektif, dan efisien dalam produksi garam.

 * Tahan terhadap faktor cuaca.

Program bantuan kelompok dayah dari Baitul Mal Aceh telah membantu Dayah Bustanul Ihsan dalam meningkatkan dan mengembangkan usaha garam "Garam Santri". Metode Geo Membran yang digunakan terbukti efektif dan efisien dalam produksi garam. Bantuan ini juga memberikan manfaat bagi pengelolaan dayah, guru, dan santri kurang mampu.[Tim Liputan BMA]