BANTUAN UNTUK PENANGGULANGAN STUNTING

  • Share this:

1. Tujuan

a. Memberikan akses pangan bergizi bagi ibu dan bayi sejak dalam kandungan hingga usia anak 2 (dua) tahun;

b. Mengurangi risiko stunting pada anak-anak Aceh dari keluarga miskin.

2. Sasaran

a. Ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK);

b. Ibu hamil yang memiliki anak dengan riwayat stunting;

c. Anak berusia di bawah 2 (dua) tahun yang terindikasi stunting.

3. Hasil yang Diharapkan

a. Tersedianya kebutuhan pangan bergizi bagi ibu hamil dari keluarga miskin;

b. Berkurangnya angka penderita stunting di Provinsi Aceh.

4. Waktu Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan mulai dari Januari sampai dengan Desember 2022.

5. Kriteria Mustahik dan Kelengkapan Administrasi

a. Berstatus/berasal dari keluarga miskin yang penghasilan per bulan dibawah 1/3 (satu per tiga) nishab zakat atau setara Rp2.300.000 (dua juta tiga ratus ribu rupiah);

b. Taat beribadah kepada Allah SWT;

c. Berdomisili di Provinsi Aceh;

d. Ibu hamil, diprioritaskan bagi yang memiliki anak/keluarga dengan riwayat stunting dan hamil berstatus KEK;

e. Anak di bawah 2 (dua) tahun yang memenuhi kriteria stunting dan masuk dalam elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM);

f. Suami tidak merokok/berkomitmen untuk berhenti merokok;

g. Melengkapi kelengkapan administrasi, diantaranya:

     1) Fotokopi KTP/identitas resmi lainnya;

     2) Fotokopi Kartu Keluarga;

     3) Surat Keterangan Kurang Mampu/Surat Keterangan dari Keuchik tentang kelayakan menerima bantuan dan tidak mendapatkan bantuan dengan jumlah yang sama dari pihak lain;

     4) Surat Keterangan Hamil/Surat Keterangan Anak Terindikasi Stunting;

     5) Fotokopi Buku Rekening Bank Aceh Syariah yang aktif atas nama mustahik.

6. Pendataan, Verifikasi dan Validasi

a. Tim Pelaksana Kegiatan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan wilayah kerja, dengan memperhatikan:

    1) Daerah dengan potensi tinggi terjadinya stunting;

    2) Daerah yang bersinggungan dengan pelaksanaan kegiatan Bantuan Dana untuk Perbaikan Sanitasi dan Air Bersih;

    3) Daerah yang aktif dan komunikatif dalam penanganan stunting;

b. Tim Pelaksana Kegiatan melakukan pendataan calon mustahik di wilayah kerja yang ditetapkan dengan melibatkan puskesmas (bidan/petugas gizi) dan aparatur gampong di daerah setempat;

c. Tim Pelaksana Kegiatan melakukan verifikasi administrasi, wawancara terhadap mustahik dan pihak-pihak terkait, serta melakukan kunjungan ke lokasi;

d. Satu keluarga mendapatkan alokasi bantuan maksimal untuk 2 (dua) orang anggota keluarga;

e. Tim Pelaksana Kegiatan melakukan validasi setiap 4 (empat) bulan terhadap mustahik binaan BMA bekerja sama dengan bidan desa/aparat gampong/instansi terkait untuk mengetahui keadaan mustahik dalam pemenuhan gizi ibu hamil/menyusui;

f. Tim Pelaksana Kegiatan mempersiapkan dan menyerahkan Daftar Hasil Verifikasi/Validasi (DHV) kepada Kepala Sekretariat BMA melalui Kepala Bagian Pemberdayaan;

g. Apabila ditemukan mustahik penerima bantuan yang tidak lagi sesuai dengan kriteria, maka mustahik tersebut akan dikeluarkan dari daftar penerima bantuan pada bulan berjalan.