BANTUAN UNTUK PERBAIKAN SANITASI DAN AIR BERSIH

  • Share this:

1. Tujuan

a. Membantu masyarakat miskin di Aceh agar keluar dari kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS);

b. Membantu masyarakat miskin di Aceh untuk mendapatkan akses air bersih yang layak dan dapat dikonsumsi;

c. Mengurangi risiko stunting pada keluarga miskin di Aceh melalui perbaikan fasilitas sanitasi dan air bersih.

2. Sasaran

Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat miskin yang belum memiliki jamban dan fasilitas air bersih di 5 (lima) Kabupaten/Kota dalam Provinsi Aceh. Penentuan lokus kegiatan akan ditetapkan setelah melakukan asesmen dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA)/Dinas Kesehatan Aceh.

3. Hasil yang Diharapkan

a. Tersedianya instalasi air bersih bagi masyarakat miskin di Provinsi Aceh;

b. Tersedianya sarana jamban yang layak untuk masyarakat miskin di Provinsi Aceh;

c. Menurunnya angka penderita penyakit yang diakibatkan oleh air tidak bersih dan perilaku BABS.

4. Waktu Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun anggaran 2022.

5. Kriteria Mustahik dan Kelengkapan Administrasi

a. Berstatus miskin yang penghasilan per bulan dibawah 1/3 (satu per tiga) nishab zakat atau setara Rp2.300.000 (dua juta tiga ratus ribu rupiah);

b. Taat beribadah kepada Allah SWT;

c. Berdomisili di Provinsi Aceh;

d. Memiliki rumah sendiri tanpa fasilitas sanitasi (WC/jamban) atau instalasi air, atau fasilitas sanitasi yang tidak layak digunakan lagi;

e. Untuk bantuan pembangunan jamban, calon mustahik diwajibkan sudah memiliki akses air;

f. Tidak mendapat bantuan yang sama dari pihak lain;

g. Bersedia mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh BMA;

h. Memenuhi kelengkapan administrasi sebagai berikut:

     1) Fotokopi KTP/identitas resmi lainnya;

     2) Fotokopi Kartu Keluarga;

     3) Surat Keterangan Kurang Mampu dari Keuchik;

     4) Fotokopi buku rekening Bank Aceh Syariah yang aktif atas nama mustahik;

     5) Pas Photo ukuran 3x4 1 (satu) lembar;

     6) Surat Permohonan Bantuan.

6. Pendataan, Verifikasi dan Validasi

a. Tim Pelaksana Kegiatan melaksanakan pendataan dan verifikasi mustahik calon penerima bantuan;

b. Pendataan dapat dilaksanakan dengan 2 (dua) cara:

     1) Pendataan melalui lembaga terkait (BMK/Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Pemerintah Aceh/Pokja Sanitasi Pemerintahan Aceh/lembaga lainnya);

     2) Pendataan langsung, yaitu masyarakat miskin mengajukan permohonan secara mandiri kepada BMA.

c. Tim Pelaksana Kegiatan mempunyai tugas:

1) Melakukan asesmen dan pemetaan wilayah yang akan diintervensi. Tim Pelaksana Kegiatan berkoordinasi dengan lembaga terkait dalam menentukan wilayah kerja (kabupaten dan kota) untuk perbaikan sanitasi dan air bersih berdasarkan tingginya perilaku BABS serta stunting di daerah tersebut;

2) Melakukan verifikasi administrasi dan validasi data calon mustahik, kunjungan dan wawancara terhadap mustahik serta pihak-pihak lainnya;

3) Melakukan analisa bentuk bantuan dan rekomendasi jumlah bantuan yang akan diberikan;

4) Mempersiapkan dan menyerahkan Daftar Hasil Verifikasi/Validasi (DHV) kepada Kepala Sekretariat BMA melalui Kepala Bagian Pemberdayaan.