Modal Usaha Mikro

  • Share this:

1. Tujuan

a. Memudahkan akses modal usaha bagi pelaku usaha ultra mikro;

b. Membebaskan ketergantungan pelaku usaha ultra mikro dari rentenir;

c. Membantu memulihkan ekonomi pelaku usaha ultra mikro yang terdampak pandemi Covid-19.

2. Sasaran

Sasaran kegiatan ini adalah mustahik pelaku usaha ultra mikro di dalam wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

3. Hasil yang Diharapkan

a. Terpenuhinya kebutuhan modal usaha bagi pelaku usaha ultra mikro;

b. Meningkatnya jumlah produksi dan penghasilan pelaku usaha ultra mikro;

c. Terbebasnya keterikatan kelompok usaha mikro dengan rentenir.

4. Waktu Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun anggaran 2022.

5. Kriteria Mustahik dan Kelengkapan Administrasi

a. Berasal dari keluarga miskin yang penghasilan per bulan dibawah 1/3 (satu per tiga) nishab zakat atau setara Rp2.300.000 (dua juta

tiga ratus ribu rupiah);

b. Taat beribadah kepada Allah SWT;

c. Memiliki embrio usaha dalam kategori ultra mikro atau memiliki keahlian yang dibuktikan dengan sertifikat lembaga resmi penyelenggara pelatihan;

d. Berdomisili di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar;

e. Tidak sedang mendapatkan bantuan/pembiayaan modal dari instansi atau lembaga keuangan lainnya.

f. Penerima bantuan maksimal 1 (satu) orang per KK;

g. Melengkapi syarat administrasi sebagai berikut:

     1) Mengisi formulir yang disediakan;

     2) Surat Pernyataan Penggunaan Modal Usaha yang disediakan;

     3) Surat Keterangan Kurang Mampu dari Keuchik;

     4) Surat Keterangan Usaha dari Keuchik atau instansi terkait/Sertifikat Keahlian;

     5) Fotokopi KTP/identitas resmi lainnya;

     6) Fotokopi Kartu Keluarga;

     7) Fotokopi Rekening Bank yang aktif atas nama penerima manfaat.

6. Pendataan, Verifikasi dan Validasi

a. Tim Pelaksana Kegiatan dapat melakukan pendataan calon penerima Bantuan Modal Usaha Ultra Mikro dengan cara:

     1) Berkoordinasi dengan BMK dan BMG;

     2) Bekerjasama dengan instansi/lembaga/organisasi terkait;

     3) Permohonan mandiri yang diajukan ke BMA;

     4) Pendataan mandiri yang dilakukan oleh Amil BMA.

b. Tim Pelaksana Kegiatan merekapitulasi data calon mustahik yang telah didisposisi oleh Kepala Bagian Pemberdayaan;

c. Data awal permohonan mustahik minimal melampirkan KTP/KK dan mengisi formulir yang disediakan, sedangkan kelengkapan administrasi lainnya dapat dilengkapi setelah verifikasi dilaksanakan;

d. Tim Pelaksana Kegiatan melakukan verifikasi dan validasi calon mustahik dengan melakukan kunjungan ke lokasi usaha dan wawancara langsung dengan mustahik untuk menilai kepatutan penerima zakat, potensi usaha dan kebutuhan modal dalam menjalankan usaha;

e. Tim Pelaksana Kegiatan mempersiapkan dan menyerahkan Daftar Hasil Verifikasi/Validasi (DHV) kepada Kepala Sekretariat BMA melalui Kepala Bagian Pemberdayaan.